SATELITNEWS.COM, LEBAK–Hengkangnya PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 dari Kabupaten Lebak diklaim tidak banyak memengaruhi iklim investasi daerah. Pemerintah Kabupaten Lebak menyebut kondisi investasi masih berjalan sesuai target, meski perusahaan tersebut tidak lagi melanjutkan aktivitasnya di wilayah Bumi Multatuli.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Lebak, Lingga Segara, mengatakan informasi yang diterima pemerintah, PWI 6 mengakhiri aktivitasnya karena masa kontrak sewa lokasi telah berakhir pada 31 Oktober 2026. “Informasi yang kita terima itu mereka habis kontrak. Kalau yang lain-lain saya tidak ada info untuk PWI. Mereka itu sewa, habis kontraknya itu per 31 Oktober 2026,” kata Lingga, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, dari sisi nilai realisasi investasi, keberadaan PWI 6 tidak memberikan pengaruh besar terhadap capaian investasi Kabupaten Lebak. Hal tersebut lantaran laporan investasi perusahaan lebih banyak berkaitan dengan penambahan modal atau belanja modal, bukan biaya operasional perusahaan.
“Kalau investasi itu dilaporkan oleh perusahaan-perusahaan, dia kapital expenditure, modal, bukan operasional expenditure. Ketika sudah berproduksi dan tidak ada penambahan belanja modal, mesin dan lainnya, maka dalam laporannya itu nol,” jelasnya.
Lingga mengakui, dampak yang lebih terasa dari berakhirnya aktivitas PWI 6 justru berada pada sektor ketenagakerjaan. Sebab, perusahaan tersebut sebelumnya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. “Jadi secara realisasi tidak terlalu signifikan. Mungkin yang lebih signifikan itu ke tenaga kerja saja,” ujarnya.
Meski demikian, Lingga meminta seluruh pihak tetap menjaga situasi Kabupaten Lebak agar kondusif. Menurutnya, iklim investasi sangat berkaitan dengan keamanan, kenyamanan serta kepastian bagi pelaku usaha yang hendak menanamkan modal.
Baca Juga: IWAPI Kabupaten Serang Siap Gerakkan UMKM, Bidik Pasar Go Internasional
Ia menilai kondisi tersebut tidak semestinya dipandang sebagai ancaman terhadap investasi, melainkan menjadi momentum bagi Lebak untuk membuka peluang baru. “Justru bagi kita ada peluang, ada tantangan. Peluangnya sudah banyak, mulai dari regulasi yang mendukung, tata ruang yang sudah disiapkan, kawasan industri, sampai akses-akses yang sudah dibangun pemerintah ke kawasan tersebut,” katanya.
Lingga optimistis capaian investasi Kabupaten Lebak pada tahun ini tetap dapat memenuhi target. Ia menyebut pertumbuhan investasi sejauh ini masih berada dalam kondisi baik. “Secara pertumbuhan iklim di Lebak sejauh ini berjalan dengan baik, masih sesuai target. Tahun ini saya yakin 100 persen lebih tercapai,” ungkapnya.
Ia juga menilai Kabupaten Lebak masih memiliki daya tarik bagi investor. Selain ketersediaan kawasan industri, berbagai pembangunan infrastruktur dinilai semakin memperkuat posisi Lebak sebagai daerah tujuan investasi di Provinsi Banten.
“Kalau secara pandangan saya di Banten, UMKM Lebak masih kompetitif. Tidak menyebut rendah jika dibandingkan kabupaten lain, artinya masih banyak yang melirik. Itu tergantung analisis mereka ketika mau menanamkan modalnya,” tuturnya.
Pemkab Lebak, lanjut Lingga, telah menyiapkan sejumlah kawasan yang dapat ditawarkan kepada investor. Salah satunya melalui penyediaan tata ruang untuk kawasan industri yang tersebar di sejumlah wilayah. “Pertama itu tata ruang yang sudah disiapkan. Ada 13 zona industri kurang lebih 10.900 hektare untuk kawasan industri,” katanya.
Kehadiran infrastruktur strategis seperti jalan tol dan Waduk Karian juga diyakini menjadi nilai tambah. Infrastruktur tersebut dinilai dapat memperlancar mobilitas sekaligus mendukung kebutuhan industri, khususnya ketersediaan air. “Tentu peluang ini harus kita tangkap bersama, karena ini juga berdampak pada lapangan pekerjaan untuk masyarakat kita,” ujarnya.
Baca Juga: Eks Buruh PT PWI 6 Diprioritaskan Bila Ada Investasi Masuk Lebak
Terkait adanya dugaan gangguan dari oknum terhadap perusahaan, Lingga mengaku belum menerima keluhan secara langsung dari pelaku usaha. Menurut dia, komunikasi yang dilakukan perusahaan dengan DPMPTSP sejauh ini lebih banyak berkaitan dengan konsultasi perizinan dan kemudahan investasi.
“Sejauh ini belum ada. Mereka lebih banyak konsultasi kemudahan izin dan investasi. Mereka kebanyakan meminta kemudahan investasi. Saya kira kalau semua tertib tidak ada yang harus dikhawatirkan,” katanya.
Lingga berharap investor yang masuk ke Lebak nantinya tidak hanya menjalankan kegiatan produksi, tetapi juga mampu membangun rantai industri di daerah. Dengan demikian, kehadiran investor besar dapat ikut mendorong tumbuhnya perusahaan pendukung dan menggerakkan ekonomi lokal. “Makanya kita juga inginnya ketika ada investor masuk ke Lebak yang besar juga bisa membawa teman-temannya. Kalau seperti itu, bisa terjadi hilirisasi juga. Itu memudahkan perusahaan, tidak harus mencari bahan baku terlalu jauh,” pungkasnya.(mulyana)

















