SATELITNEWS.COM, SERANG-–Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar naik kelas dan mampu memperluas pasar.
Salah satunya, melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inkubasi Wirausaha dan Pelatihan Kerajinan Serat Alam Nontekstil Eceng Gondok.
Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang, Adang Rahmat, mengatakan program inkubasi tersebut diikuti 134 peserta yang telah lolos seleksi, dari sekitar 200 pendaftar. Para peserta berasal dari 29 kecamatan di Kabupaten Serang.
Menurut Adang, program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga memperkuat kemampuan pelaku UMKM dalam promosi, pengemasan atau packaging, serta strategi pemasaran digital.
“Tujuannya agar UMKM kita bisa naik kelas. Produk yang lolos seleksi ini sudah cukup bagus, bahkan perizinannya seperti PIRT dan label halal juga sudah lengkap. Tinggal bagaimana kita mendorong penjualan dan memperluas pasarnya,” ujarnya, Senin (26/10/2026).
Adang menjelaskan, terdapat dua kegiatan utama dalam program tersebut. Pertama, inkubasi wirausaha yang bekerja sama dengan RBC dari Kota Cilegon dan telah berjalan sejak awal September. Kedua, pelatihan kerajinan serat alam nontekstil berbahan eceng gondok yang diikuti sekitar 20 peserta.
Baca Juga: Muspika dan MWC NU Binuang Kabupaten Serang Napak Tilas ke Makam Ulama dan Pawai Obor
Pelatihan kerajinan eceng gondok tersebut bekerja sama dengan Balai Diklat Industri Jakarta yang hadir langsung memberikan pelatihan di Kecamatan Pontang.
Ia menyebutkan, produk yang terlibat dalam program inkubasi didominasi produk makanan dan kerajinan tangan. Melalui pendampingan tersebut, para pelaku usaha diharapkan mampu mengembangkan produk sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Adang mengakui, tantangan utama yang masih dihadapi pelaku UMKM bukan semata-mata kualitas produk, melainkan sistem penjualan dan pemasaran.
Karena itu, Diskoumperindag berupaya memberikan pendampingan secara berkelanjutan, mulai dari pengembangan usaha hingga promosi dan perluasan jaringan pemasaran.
“Sekarang sudah ada sekitar 20 pelaku UMKM yang berhasil masuk ke jaringan retail dengan total sekitar 60 titik di wilayah Kabupaten Serang. Ini menjadi salah satu upaya agar produk lokal kita semakin dikenal dan memiliki pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Sementara, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang, Supiyanto, menegaskan pihaknya akan terus mendukung pengembangan UMKM, termasuk melalui dukungan anggaran sesuai kebutuhan program dan kemampuan keuangan daerah.
Baca Juga: Bantu UMKM Naik Kelas, Advokat Muda Siti Edah Jubedah Fasilitasi Perlindungan Hukum di Tangerang
Menurutnya, pengembangan UMKM merupakan bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Terlebih, produk unggulan daerah diharapkan tidak hanya berkembang di tingkat kecamatan, tetapi juga dapat tumbuh di setiap desa.
“Kami dari DPRD Kabupaten Serang, terutama Komisi III sebagai mitra, selalu mendukung kegiatan UMKM, termasuk dalam penganggaran. Kalau program dari dinas memang bermanfaat bagi masyarakat, tentu perlu kita dukung sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran,” ujar Supiyanto. (sidik)

















