SATELITNEWS.COM, SERANG – Operasi Patuh Maung 2026, mulai dilaksanakan disemua wilayah hukum Polda Banten. Operasi tersebut, dilaksanakan sejak 26 Oktober sampai 8 November 2026 mendatang.
Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjenpol) Hendra Kurniawan mengatakan, meningkatnya mobilitas masyarakat di wilayah Banten, harus diimbangi dengan kesadaran dan disiplin pengendara dalam berlalu lintas.
Berdasarkan data Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Direktorat Lalu Lintas )Ditlantas) Polda Banten, pelanggaran lalu lintas masih fluktuatif, sedangkan angka fatalitas kecelakaan menjadi perhatian serius, terutama karena banyak korban berada pada rentang usia produktif 15 hingga 35 tahun.
“Prioritaskan penindakan terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan, seperti melawan arus, tidak menggunakan helm atau sabuk keselamatan, menggunakan ponsel saat berkendara, berkendara di bawah umur, serta melampaui batas kecepatan,” katanya, Senin (26/10/2026).
Hendra mengingatkan kepada para personel, mengenai pentingnya penertiban kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis serta pelat nomor yang dimanipulasi untuk menghindari sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
“Pelaksanaan operasi harus diimbangi dengan edukasi untuk meningkatkan kedisiplinan dalam berlalu lintas, pengawasan, serta penanganan titik rawan kecelakaan dan kemacetan,” tuturnya.
Baca Juga: Sindikat Pencurian Kendaraan Dibongkar, Tujuh Tersangka Diamankan ke Mapolda Banten
Hendra berpesan kepada seluruh personel, agar melaksanakan tugas secara profesional, adil, proporsional, dan sesuai ketentuan hukum. Pendekatan persuasif dan humanis harus tetap dikedepankan, tanpa arogansi, diskriminasi, pungutan liar, maupun penyalahgunaan kewenangan.
“Bertindaklah tegas namun tetap santun dan humanis. Ingat pesan Jenderal Hoegeng, memang baik menjadi orang penting, tetapi lebih penting menjadi orang baik. Wujudkan melalui penegakan hukum yang adil dan pelayanan yang tulus kepada masyarakat,” tukasnya.
Menurut Hendra, sinergi lintas instansi dalam mendukung keberhasilan Operasi Patuh Maung 2026 sangat penting.
Oleh karena itu, kata dia, harus dibangun koordinasi yang kuat, pembagian tanggung jawab yang jelas, penanganan gangguan lalu lintas secara cepat, serta penyampaian edukasi digital yang akurat dinilai penting untuk memberikan pelayanan yang transparan, responsif, dan mudah diakses masyarakat.
“Keberhasilan operasi tidak semata-mata diukur dari jumlah penindakan, tetapi dari meningkatnya kepatuhan masyarakat, menurunnya angka kecelakaan, serta berkurangnya korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, evaluasi pelaksanaan operasi perlu dilakukan secara berkala agar hasilnya dapat terukur dan berkelanjutan,” tukasnya.
Hendra berpesan kepada masyarakat, agar terus mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan dan memiliki kelengkapan administrasi, serta menghormati sesama pengguna jalan.
Baca Juga: Polda Banten Periksa 70 Pengunjung THM, Amankan 914 Botol Miras
Masyarakat juga diingatkan, duntuk merencanakan perjalanan dengan baik dan tidak memaksakan diri berkendara ketika lelah.
“Kepada seluruh personel dan unsur pendukung untuk menjaga soliditas, integritas, serta semangat pengabdian melalui keteladanan dan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” nya.
Kabid Humas Polda Banten Kombespol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, hari pertama operasi para personel kepolisian melakukan kegiatan penertiban terhadap pelanggaran lalu lintas, memberikan imbauan kepada pengguna jalan, serta mengedepankan edukasi mengenai pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas.
“Pada hari pertama Operasi Patuh Maung 2026 ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih meningkatkan disiplin dalam berlalu lintas. Patuhi rambu-rambu, gunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, kenakan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil, serta lengkapi surat-surat kendaraan dan SIM saat berkendara,” paparnya.
Maruli menegaskan, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap peraturan bukan semata-mata untuk menghindari penindakan petugas, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
“Kami berharap melalui Operasi Patuh Maung 2026, kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Mari jadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama dalam berkendara, karena keluarga menunggu kita pulang dengan selamat,” tutupnya. (adib)

















