SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Di tengah kesibukan menggelar hajatan khitanan sang putra, sebuah keluarga di Kampung Gaga, Desa Kiara Payung, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, justru harus menerima kenyataan pahit. Rumah mereka dibobol maling saat seluruh anggota keluarga sibuk menyambut tamu pesta sunatan, Minggu (1/11/2026) malam.
Akibat peristiwa tersebut, uang tunai sebesar Rp280 juta, emas seberat 35 gram, serta dua unit telepon genggam raib digondol pencuri. Ironisnya, aksi pencurian itu baru diketahui setelah salah satu anggota keluarga melihat pintu rumah yang menyimpan uang dan emas dalam kondisi terbuka dengan bekas congkelan benda tumpul.
Kapolsek Pakuhaji AKP Prapto Laksono menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga pemilik rumah, kejadian itu pertama kali diketahui oleh salah satu anggota keluarga. Saat itu, pintu depan rumah yang menjadi tempat penyimpanan uang tunai dan emas sudah terbuka.
Setelah diperiksa lebih lanjut, pintu kamar tidur dan brankas juga ditemukan dalam keadaan terbuka. Uang tunai senilai Rp280 juta yang disimpan di dalam brankas, emas seberat 35 gram, serta dua unit telepon genggam telah hilang. Sementara itu, uang yang tersisa hanya sekitar Rp10 juta dan ditemukan tergeletak di atas tempat tidur.
“Katanya kejadian itu terjadi sekitar malam hari. Saat itu seluruh anggota keluarga sedang berada di rumah yang satu lagi untuk menerima tamu, sehingga rumah yang menyimpan uang Rp280 juta dan emas 35 gram dalam keadaan kosong dan terlihat kurang terawasi,” kata Kapolsek Pakuhaji AKP Prapto Laksono kepada Satelit News, Kamis (5/11/2026).
Mengetahui rumahnya dibobol maling, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Sektor Pakuhaji. Menindaklanjuti laporan itu, polisi langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP sekaligus penyelidikan guna mengungkap identitas terduga pelaku yang membawa kabur uang dan emas milik korban.
Baca Juga: Warna Air Kali Mekar Kondang Sukadiri Mendadak Merah Pekat
“Kami sudah mendatangi TKP dan saat ini kami sedang melakukan penyelidikan,” ujar Prapto.
Di tempat terpisah, korban pembobolan rumah, Ruhaman Taufik, mengaku curiga pelaku pencurian merupakan orang yang cukup dekat dan mengetahui kondisi bagian dalam rumahnya. Kecurigaan itu muncul lantaran pelaku dinilai sudah mengetahui lokasi brankas tempat menyimpan uang tunai dan emas.
Menurut Ruhaman, posisi brankas tersebut bahkan sudah ditutupi pakaian. Namun, pelaku tetap berhasil menemukannya. Hal lain yang membuatnya heran, kondisi tempat tidur masih terlihat rapi dan tidak berantakan. Kerusakan hanya ditemukan pada pintu rumah dan brankas.
“Ini benar-benar aneh. Saya menduga ini ada penunjuknya. Terduga pelaku bisa tahu tempat brankas di dalam kamar saya, padahal saya tutupi pakaian. Tempat tidur masih rapi, tidak ada yang acak-acakan. Yang jebol pintu sama brankas,” ujarnya.
Ruhaman, yang akrab disapa Akang, menuturkan peristiwa itu diduga terjadi ketika dirinya tengah sibuk menyambut para tamu undangan hajatan khitanan putranya. Di tengah kesibukan tersebut, tiba-tiba salah seorang anggota keluarganya mengabarkan bahwa pintu depan dan pintu kamar rumahnya telah rusak akibat diduga dibobol maling.
“Saya sedang sibuk-sibuknya menyambut tamu hajatan, terus dikabari sama saudara kalau pintu depan dan pintu kamar rumah saya rusak, bekas ada yang bobol,” keluhnya.
Baca Juga: Lepas 1.053 Atlet ke Porprov Banten, Kabupaten Tangerang Siap Rebut Juara Umum
Atas kejadian tersebut, Akang berharap polisi dapat segera mengungkap kasus pencurian yang menimpanya. Ia juga berharap seluruh barang berharga miliknya yang dibawa kabur pelaku dapat ditemukan dan dikembalikan seperti semula.
“Saya sudah laporan ke polisi, semoga harta yang dicuri bisa kembali lagi,” tuturnya. (alfian/aditya)
















