SATELITNEWS.ID, TIGARAKSA—Dua orang dokter di Kabupaten Tangerang positif Covid-19. Satu orang merupakan dokter yang bekerja di bagian manajemen RSUD Balaraja. Seorang lainnya adalah tenaga medis yang bekerja sebagai dokter paru-paru di rumah sakit swasta.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang Hendra Tarmidzi menegaskan tenaga medis yang positif corona ada satu orang. Orang tersebut bertugas di salah satu RS swasta yang ada di Kabupaten Tangerang.
“Tenaga medis yang benar-benar di pelayanan ada 1, dr paru yang positif. Dia bertugas di salah satu RS swasta, ” kata Hendra Tarmidzi kepada Satelit News, Minggu (30/8).
Menurut Hendra, selain itu tidak ada lagi tenaga medis yang positif corona. Namun, ada seorang dokter di RSUD Balaraja yang positif Covid-19. Dokter tersebut bukanlah bagian tenaga medis karena bekerja di bagian manajemen.
“Dia bagian manajemen, kalau yang tenaga medis, saya hanya satu saja,”katanya.
Menurut Hendra, dokter yang bertugas di RSUD Balaraja tersebut terinfeksi positif Covid-19 Setelah dilakukan swab pada pertengahan Agustus lalu. Dokter ini merupakan orang tanpa gejala (OTG), dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Namun, dia memastikan bahwa dokter tersebut bukan tertular dari RSUD Balaraja, karena dari hasil tes rapid rekan dokter lainnya dinyatakan negatif.
“Sudah dirawat secara mandiri di rumahnya karena kategori orang tanpa gejala, dan seluruh anggota keluarganya sudah dilakukan tracing,” terang Hendra.
Hendra menuturkan, pihaknya menemukan puluhan warga dalam dua RW yang positif Covid-19. Sebanyak 30 orang yang berada di dua RW di Pasar Kemis dinyatakan terinfeksi Corona. Penemuan itu terjadi pada dua pekan lalu atau tepatnya pada penerapan PSBB yang kedelapan.
“Iya betul, bukan satu RW, tetapi dua ke RW an. Dan semua itu tidak sekaligus, tetapi bertahap. Sembuh sebagian, lalu yang lainnya positif di minggu berikutnya, ” katanya.
Awal mula penularan virus di dua RW itu diduga karena ada kontak erat antara salah satu warga setempat yang positif saat tes usap. Diketahui, orang itu berinisial N bekerja di daerah DKI Jakarta dan Kota Tangerang. Kata Hendra, akhirnya pihaknya melakukan tracing kepada orang-orang yang berhubungan dengan N.
“Saat itu yang bersangkutan mendapatkan hasil positif COVID-19 saat menjalani swab tes secara mandiri. Lalu, kami langsung melakukan tracing melalui swab test, hingga akhirnya didapati puluhan orang yang terpapar COVID-19,” ujar Hendra.
Kata Hendra, kemudian warga diminta untuk isolasi secara mandiri. Selama dua pekan lebih, namun tetap dipantau oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Dan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di lokasi itu, pihaknya selalu melakukan penyemprotan cairan desinfektan.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Bentuk Satgas Anti Rentenir, Perluas Akses Permodalan Masyarakat
“Sudah ada yang sembuh juga. Sebagai langkah pencegahan, lokasi itu juga terus disemprotkan cairan disinfektan, ” ujarnya.
Sementara itu, dalam sehari tambah 2.858 kasus baru Covid-19. Jumlah tersebut berdasarkan pemeriksaan sepsimen harian sebanyak 25.934 spesimen. Sehingga, hingga Minggu (30/8), kini totalnya sudah 172.054 orang terinfeksi Covid-19.
Dari data Covid19.go.id, Minggu (30/8), DKI Jakarta memecahkan rekor kasus baru Covid-19. Dalam sehari, ibukota menambah 1.094 kasus. Angka ini yang tertinggi selama ini dan sejak diberlakukannya kebijakan PSBB transisi.
Selain DKI Jakarta, kasus baru terbanyak lainnya terdapat di Jawa Timur yakni 466 kasus. Kalimantan Timur 197 kasus. Jawa Tengah 138 kasus. Riau 134 kasus.
Sementara itu, pasien sembuh bertambah 1.483 orang. Paling banyak pasien sembuh terdapat di provinsi DKI Jakarta sebanyak 366 orang. Sudah 124.185 orang sembuh dari Covid-19.
Sedangkan, angka kematian bertambah 82 jiwa. Kasus kematian harian terbanyak terjadi di provinsi Jawa Timur 26 jiwa. Kini sudah 7.343 jiwa meninggal akibat Covid-19.
Hingga saat ini sudah 487 kabupaten kota terdampak Covid-19. Jumlah pasien suspek sebanyak 77.951 orang. Ada 11 provinsi yang melaporkan kasus di bawah 10. Dan hanya 4 provinsi yang melaporkan nol kasus.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI menyatakan momen libur panjang ditengarai sebagai biang keladi penularan Covid-19. Dugaan bahwa libur panjang menjadi penyebab penularan COVID-19 ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia. Dia menghitung mundur tanggal pengambilan spesimen tes COVID-19 dikurangi masa inkubasi virus Corona.
Pengambilan spesimen tes Corona adalah 27 Agustus 2020 kemarin. Angka 27 perlu dikurangi 6 hari, berasal dari masa inkubasi virus Corona, berarti 21 Agustus. 21 Agustus dikurangi lagi dengan jeda 1 hingga dua hari yang digunakan pasien untuk menuju momen tes COVID-19. Maka ketemulah 19 Agustus. Beberapa hari sebelum 19 Agustus, warga Jakarta mendapat libur panjang, yakni dari 16 Agustus, plus 17 Agustus 2020, alias dari Sabtu hingga Senin.
Masa inkubasi virus Corona adalah 6 hari (inkubasi adalah lama waktu dari virus masuk sampai dengan menimbulkan gejala), lalu pasien mengakses pemeriksaan PCR 1-2 hari kemudian, maka periode penularan tertinggi terjadi pada 16-17 Agustus 2020.
“Angka pengambilan spesimen pada 27 Agustus juga cukup tinggi, perlu dipertimbangkan efek long weekend dua minggu berturut-turut. Perlu adanya kewaspadaan dan usaha bersama, baik oleh Pemerintah maupun masyarakat, dalam melihat tren kenaikan kasus ini,” kata Dwi Oktavia. (alfian/jpg/gatot)
























