SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Tiga rumah semi permanen di Kampung Pasirkembang RT/RW 004/002, Desa Cahaya Mekar, Kecamatan Bojong, jadi abu usai dilalap si jago merah, Selasa (22/9) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.
Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pandeglang, Ade Mulyana membenarkan, telah terjadi kebakaran di wilayah Kecamatan Bojong. Jumlah rumah yang terbakar katanya, ada tiga rumah dan ketiganya ludes terbakar hingga rata dengan tanah.
“Ya tiga rumah yang ludes terbakar, kejadiannya semalam (Selasa) sekitar pukul 23.00 WIB. Ketiga rumah itu milik Adah (50), Pedi (30) dan Sarah (30). Material rumahnya semi permanen, sehingga api cepat membakarnya sampai ludes,” kata Ade saat ditemui di kantor Dinsos Pandeglang, Rabu (23/9).
Hasil pemeriksaan sementara ini, kata Ade, kejadian itu akibat korsleting listrik. Sebab dari keterangan yang didapat, baik dari pemilik rumah maupun warga, api pertama kali terlihat membakar atap rumah milik Adah.
“Adah waktu itu melihat api sudah besar di atap rumahnya. Melihat itu, dia bersama keluarganya langsung berhamburan ke luar rumah. Makanya dugaan sementara, kebakaran itu diakibatkan aliran listrik,” jelasnya.
Api yang membakar rumah Adah lanjutnya, begitu cepat menjalar ke rumah warga lainnya. Walau pada waktu kejadian, warga mencoba memadamkan api, tetap saja api tidak padam.
Baca Juga: Belasan Warga Sesak Nafas Akibat Kebakaran Sampah di Tangsel, Sekolah Diliburkan
“Dari rumah Adah, api langsung menjalar ke rumah milik Sarah yang terletak di samping kanan dan rumah Pendi yang terletak disamping kiri rumah Adah. Dipadamkan oleh warga dan Damkar, namun api sempat sulit dipadamkan karena apinya besar. Api dapat dipadamkan dengan keadaan material sudah ludes terbakar,” terangnya.
Dalam kejadian itu dipastikan Ade, tak ada korban jiwa. Hanya saja kerugian yang dialami ketiga pemilik rumah itu mencapain Rp150 juta. Karena selain rumah, barang-barang berharga seperti 2 unit sepeda motor, 2 buah kulkas, 2 buah tv, dan surat-surat berharga lainnya terbakar.
“Dengan adanya kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa dan luka-luka. Namun atas kejadian tersebut diperkirakan korban mengalami kerugian materil kurang lebih sebesar Rp150 juta,” tandasnya.
Kepala Dinsos Pandeglang, Nuriah mengaku, sudah mendapatkan informasi tersebut. Bahkan dia langsung memerintahkan jajarannya untuk terjun ke lapangan memberikan bantuan sementara, berupa sembako dan kebutuhan lainnya.
“Iya, sudah kami tindak lanjuti. Jajaran saya bakal langsung turun ke lapangan memberikan bantuan sementara. Saya harapkan kepada para korban agar diberikan kesabaran atas cobaan yang menimpa itu,” katanya.
Selain bantuan sementara yang bakal diberikan, Nuriah berjanji sesuai perintah langsung dari Bupati Pandeglang, ia bakal memprioritaskan agar para korban mendapatkan bantuan untuk membangun rumahnya.
Baca Juga: Pabrik Tahu dan Gudang Dekorasi Terbakar di Pondok Aren, Kerugian Capai Rp2 Miliar
“Ibu Bupati juga sudah mengetahuinya dan memerintahkan agar diperjuangkan supaya mendapatkan bantuan untuk membangun rumahnya. InsyaAllah, saya perjuangkan,” janjinya. (nipal/aditya)
























