SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG—Jasad seorang petani bernama Iwan (67) yang sebelumnya diduga hanyut akhirnya ditemukan pada Jumat (13/11) lalu. Namun sayangnya saat didapati Iwan sudah tidak bernyawa. Saat ini korban sudah dikebumikan.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan, jasad Iwan ditemukan di Curug Aseupan atau 8 Kilometer dari lokasi kejadian.
“Ditemukan Pukul 12.20 WIB, korban hanyut di Cisaar telah ditemukan dengan kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan, di Curug Aseupan atau 8 Kilometer dari lokasi kejadian,” kata Febby, kemarin.
Pencarian Tim SAR gabungan bersama masyarakat terhadap Iwan (67) yang terbawa arus Sungai Cisaat. “Hilang terbawa arus sungai yang sedang meluap, pada Selasa, 10 November 2020, setelah dilakukan pencarian selama tiga hari akhirnya ditemukan dan sudah meninggal dunia,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Iwan terbawa arus sungai saat dirinya hendak menanam padi di sawah yang letaknya dekat dengan sungai. “Pukul 16.12 WIB, Pak Iwan ini berangkat dari rumah menuju sawah dan rencananya mau menginap di saung bersama saudaranya, karena besoknya mau menanam pagi dengan keluarganya,” kata Camat Panggaran, Lingga.
Saat itu, wilayah Panggarangan sedang diguyur hujan lebat hingga menyebabkan Sungai Cisaat meluap. Sekitar pukul 17.00 WIB, rekan Iwan yakni Maderi berangkat untuk mengambil air nira, sementara Iwan tetap tinggal di saung.
Baca Juga: El Nino Mengancam, Polres Lebak Siapkan Sumur Bor
“Saat Pak Maderi ini kembali ke saung, dia tidak melihat Pak Iwan di situ. Kemudian dicari-cari lalu Pak Maderi melihat tangan Pak Iwan yang tergelincir di sungai sampai akhirnya tidak kelihatan lagi,”tandasnya.(mulyana/made)
























