SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG — KPU Pandeglang menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara serta Sirekap di tingkat TPS, dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan memastikan kesiapan para penyelenggara dalam menghadapi pencoblosan Pilkada serentak 2020 yang bakal digelar 9 Desember nanti.
Dalam gelaran simulasi tersebut, ada sebanyak 300 warga dari Kecamatan Panimbang yang dilibatkan. Ratusan warga tersebut berdatangan ke TPS Cikadu, Panimbang untuk mencoblos surat suara Pilkada Pandeglang.
Sebelum masuk ke TPS, terlebih dahulu para petugas yang ada di TPS tersebut menyarankan warga untuk mencuci tangan di tempat cucitangan yang sudah disediakan. Setelah itu, warga dipastikan menggunakan masker dan disarankan menjaga jarak.
Sebelum menyerahkan surat undangan pencoblosan kepada petugas TPS, warga dicek suhu tubuhnya, jika suhu tubuh pemilih nirmal maka dipersilahkan untuk masuk menyerahkan surat undangan kepada petugas TPS.
Setelah itu, warga diberikan sarung tangan plaatik dan diminta untuk duduk di kursi antrian yang sudah disediakan petugas TPS dengan jarak antrian satu meter sesuai protokol kesehatan covid-19.
Setelah itu, petugas TPS memannggil warga yang sudah duduk di kursi antrian untuk diberikan kertas suara dan melakukan pencoblosan di bilik suara yang sudah disediakan. Setelah mencoblos, pemilih ditetesi tinta dibagian jari tangannya sebagai tanda sudah mencoblos.
Baca Juga: Mantapkan Persiapan Pemilu Mendatang, KPU Pandeglang Gelar Rakor Kajian Teknis
Ketika ditemukan ada warga yang suhu tubuhnya lebih tinggi dari batas normal, petugas TPS telah menyediakan tempat khusus bagi pemilih yang suhu tuhmbuhnya diatas normal tersebut agar warga tersebut tetap bisa menyalurkan hak politiknya dalam Pilkada Pandeglang.
Ketua KPU Pandeglang, Ahmad Sujai mengatakan, simulasi pemungutan dan penghitungan suara tersebut dirasa sangat penting dilakukan, dalam memberikan edukasi penyelenggara Pilkada dan masyarakat sebagai pemilih dalam Pilkada serentak 2020 ini.
Selain itu kata Jai, simulasi tersebut untuk memastikan kesiapan para penyelenggaran dalam menghadapi hari pencoblosan yang bakal digelar pada 9 Desember nanti. “Pilkada kali ini berbeda dengan pemilu sebelumnya, karena adanya pandemi covid-19 maka harus menerapkan protokol kesehatan. Maka tentunya banyak norma yang berbeda pula,” ungkap Sujai usia melakukan simulasi pemungutan dan penghitungan suara serta Sirekap tingkat TPS di Lapangan Cikadu, Kecamatan Panimbang, Sabtu (21/11).
Norma-norma yang berbeda dalam Pilkada kali ini kata Jai, yaitu yang berkaitan dengan formulir model C pemberitahuan, yang sebelumnya formulir model C 6. Dalam formulir itu (C pemberitahuan) diatur jadwal masing-masing pemilih. Dengan tujuan supaya tidak ada kerumunan di TPS. “Kalau dulu kan tidak ada pengaturan itu, hanya dicantumkan dengan waktu pemungutan suara dari pukul 07.00 sampai 13.00 WIB,” katanya.
Menurutnya, simulais ini juga untuk mengetahui kesiapan dan kemampuan SDM dan IT nya untuk Sirekap. Sebab aplikaisnya harus diunduh aplikasi Sirekap tersebut, sehingga para petugas juga dipastikan harus mampu mengoperasikan Sirekap.
“Ketika ada kendala seperti jaringan internet, maka kami harus mampu meminimalisir potensi kendala itu. Oleh karena itu simulasi ini untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi pemungutan suara nanti,” ujarnya.
Baca Juga: SiLPA Hibah KPU Pandeglang Rp4,4 M, Pemkab Minta Segera Dikembalikan
Di tempat yang sama, Ketua KPU Banten, Wahyul Furkon menuturkan, proses simulasi ini lah yang menggambarkan pemungutan dan penghitungan suara yang akan digelar 9 Desember nanti. Dimana, mulai dari kedatangan hingga antrian warga untuk menyalurkan hak politiknya tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19. “Melalui simulasi ini, kami berharap masyarakat tidak paranoid untuk datang ke TPS pada 9 Desember nanti. Karena proses-proses yang dilakukan penyelenggara pemilu, sudah mengantisipasi penyebaran covid-19,” katanya. (adv)
















