SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Pemerintah membolehkan pembelajaran tatap muka pada tahun 2021 mendatang. Banyak sekolah kini sedang mengambil ancang-ancang agar bisa menggelar pembelajaran secara luring meski dalam jumlah terbatas.
Untuk itu, Tim Velox Badan Intelijen Negara (BIN) mengingatkan pihak sekolah agar tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat supaya tidak menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19. Bila perlu, sekolah membentuk Satgas Anti Covid-19.
“Ini untuk memastikan bahwa protokol kesehatan benar-benar dilaksanakan di sekolah,” ujar perwakilan medis Tim Velox BIN, dr Jares Clinton dalam “Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) hari ketiga yang dilaksanakan di SMPN 1 Kota Tangerang, Jalan Daan Mogot No 51, RT 002/001, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang, Senin (14/12) pagi.
Dia menambahkan, bila pembelajaran tatap muka nanti benar-benar terealisasi, sekolah diwanti-wanti agar tidak mengisi seluruh kapasitas kelas, melainkan maksimal 50 persen. Selain itu, sebelum pembelajaran mulai dianjurkan lebih dahulu dilakukan disinfeksi. “Yang juga harus diperhatikan adalah, apabila nanti diadakan pembelajaran tatap muka harus ada sirkulasi udara dan ventilasi di kelas yang mencukupi. Pakai AC boleh, tapi harus ada minimal udara yang bisa keluar masuk,” terangnya.
Sementara, Kepala SMPN 1 Kota Tangerang Mulyono Sobar menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Tim Velox BIN yang sudah hadir di sekolahnya. “Saya memberikan apresiasi kepada BIN. karena dari sekian banyaknya SMP di Kota Tangerang hanya ada dua sekolah salah satunya SMPN 1, edukasi sangat bermanfaat bagi siswa, guru dan stakeholder lain di SMPN 1,” ujarnya.
Terkait pembelajaran tatap muka, Mulyono mengembalikan kepada kesepakatan bersama pemerintah daerah, komite sekolah dan orangtua. “Kita perhatikan zona saat ini bahwa yang boleh laksanakan tatap muka zonanya kuning,” ujarnya.
Baca Juga: Setelah Dua Pekan Daring, SMPN 8 Tangsel Bakal Gelar Pembelajaran Tatap Muka
Pihaknya telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang terdiri dari sarana prasarana, desain kurikulum, sampai dengan pembentukan satgas Covid-19 di SMPN 1 Kota Tangerang. “Sarpras (sarana prasarana) 90 persen telah siap, kita juga telah mengikuti diklat terkait pembelajaran tatap muka di masa pandemi ini,” ucapnya.
Dalam acara kemarin juga sempat ditinjau langsung oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaluddin. Meski hadir tidak lama, dia mendukung acara tersebut. “Silakan dilanjutkan,” terangnya saat hadir.
Sementara terkait pembelajaran kegiatan tatap muka, Jamal kembali menjelaskan, bahwa pembelajaran tatap muka harus mendapat persetujuan pemerintah daerah, satuan pendidikan yang disetujui komite sekolah serta orangtua.
“Hari ini (kemarin) kita juga menggelar sosialisasi dan kita berdoa agar pada akhir Desember dan awal Januari status zona di Kota Tangerang terus membaik walau pun dalam petunjuk teknis untuk tatap muka sebetulnya tidak melihat zona, tetapi tetap kita nilai mana sekolah yang layak (tatap muka-red),” terangnya. (made)























