SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Rumah makan menjadi prioritas utama Pemkot (Pemkot) Tangerang dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Saat ini, Pemkot masih terus melakukan pemantauan aktivitas di rumah makan terutama soal fasilitas protokol kesehatan yang tersedia di tempat tersebut.
Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Agus Henra F mengatakan, rumah makan rentan dalam penyebaran Covid-19. Potensinya terdapat pada saat pelanggan yang makan itu membuka alat pelindung dirinya seperti face shield dan masker. Sehingga hal tersebut menjadi prioritas utama. Terlebih saat ini Kota Tangerang kembali menjadi wilayah yang berstatus zona merah penularan Covid-19.
“Seperti kafe, restoran, dan juga tempat makan pinggir jalan kami lakukan pemantuan. Jangan sampai ada yang berkerumun dan juga jangan sampai ada pengunjung yang tidak mengunakan masker,” kata Agus, Senin (14/12).
Namun demikian, sejauh ini kata dia para pemilik rumah makan masih mematuhi protokol kesehatan. Bahkan, beberapa tempat sudah diatur sendiri seperti bangku yang diberikan tanda dilarang duduk, adanya pengecekan suhu tubuh, dan juga menyiapkan tempat cuci tangan.
“Kami selalu melakukan patroli bersama pihak kepolisian dan TNI AD untuk mengingatakn masyarakat, dalam pantuan kami para pemilik restoran dan rumah makan sudah menjalan protokol kesehatan,” jelas Agus.
Pihaknya pun tak akan segan dalam menindak pelanggar protokol kesehatan baik perseorangan ataupun korporasi. “Kalaupun ada yang tidak menjalankan, maka kami akan tegur dan jika masih tetap melanggar maka akan berikan sanksi penyegelan,” tegas Agus.
Baca Juga: Satpol PP Kota Tangerang Masih Pantau Dugaan Prostitusi di Rumah Kos
“Kami juga mengingatkan warga, agar tetap menggunakan masker pada saat keluar rumah. Jangan sampai Virus Corona masuk ke dalam tubuh dan bisa menyebar ke keluarga,” tambah Agus.
Dalam prosesnya, anggota Satpol PP Kota Tangerang melakukan monitoring di 13 kecatamatan. Tentunya dengan dikawal tim gabungan seperti TNI, Polri dan jajaran kecamatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Liza Puspadewi mengatakan hal yang sama. Potensi saat makan bersama sangat rentan dalam penyebaran Covid-19.
“Kamu abis pergi ke luar kota terus pulang lagi ke Kota Tangerang. Ketemu keluarga, temen, terus nongkrong makan bersama. Sebenernya itu yang makan-makan ngumpul potensinya besar karena saat makan kan buka masker,” katanya. (irfan/made)
























