SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Tidak sedikit masyarakat Kabupaten Pandeglang menjerit atas kesulitannya mencari gas elpiji 3 Kg. Bahkan banyak yang mengadu ke berbagai elemen, termasuk ke anggota DPRD Pandeglang.
Banyaknya aduan yang diterima atas kelangkaan gas elpiji 3 Kg di Kabupaten Pandeglang, anggota DPRD Pandeglang dari fraksi PPP, H. Yadi Rusmiadi mendesak agar Pemkab Pandeglang segera turun tangan mengatasi persoalan yang membelit masyarakat tersebut.
Kata dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV ini, kurang lebih hampir satu bulan ia selalu mendapatkan keluhan dari masyarakatnya, soal adanya kelangkaan gas elpiji 3 Kg. Dari aduan itu, dia langsung mengambil sikap turun ke lapangan menelusuri kebenaran langka atau tidaknya.
“Bukan kata bohong yang dikeluhkan masyarakat, ternyata benar adanya setelah saya telusuri, keberadaan gas elpiji 3 Kg itu langka. Bahkan kalau pun ada, harganya dijual mahal oleh oknum pedagang,” kata Yadi, Rabu (16/12).
Atas kondisi itulah, dia mendesak Pemkab Pandeglang yang membidangi hal itu agar segera turun tangan mengatasi dan mencari solusinya. Sebab, jika dibiarkan kasihan masyarakat, apalagi gas elpiji sudah menjadi kebutuhan pokok.
“Saya sangat tersayat atas apa yang menimpa warga saya, maka dari itulah saya minta Pemkab Pandeglang segera bertindak cepat mencarikan solusi atas masalah kelangkaan gas elpiji 3 Kg tersebut,” desaknya.
Baca Juga: Bupati Dewi: Purna Tugas Sebagai ASN Bukan Akhir Pengabdian
Selain itu, dalam waktu dekat dia juga bakal membahas persoalan itu dengan anggota DPRD lainnya, serta berkoordinasi dengan Pemkab Pandeglang agar bisa secepatnya menutaskan persoalan teesebut.
“Secepatnya kami bakal bahas dan mengkoordinasikannya dengan para pihak terkait. Karena kondisi ini tak bisa dibiarkan berlarut-larut, akan tetapi harus segera dicari solusinya,” tegasnya.
Yadi juga mengimbau kepada masyarakat agar bersabar dan tidak membeli gas elpiji 3 Kg yang dijual mahal tersebut. Karena pada hakekatnya, gas itu sudah disubsidi oleh pemerintah dan dibeli atau diperjualbelikan harus sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Yang saya ketahui di masing-masing wilayah HET elpiji itu berbeda-beda, dan sudah dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Pandeglang. Salah satunya di wilayah Kecamatan Pandeglang, itu besarannya Rp15.700/ tabung. Jadi saya minta agar masyarakat tak membeli jika harganya melbihi HET,” tandas mantan Kepala Desa dua periode ini.
Terpisah, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda Kabupaten Pandeglang, Agus Makdum mengatakan, mahalnya harga maupun terjadinya kelangkaan gas elpiji sudah dilaporkan kepada pihak yang berwenang.
“Sudah saya sampaikan ke Pertamina dan Hiswanamigas. Informasi yang saya dapat, lagi ada extra doping atau penambahan tabung gas elpiji 3 Kg yang sudah dilakukan dari tanggal 13, 25, 28 sampai 30 Desember 2020. Extra doping ini yang biasanya hari Sabtu dan Minggu pengiriman gas elpiji libur, sekarang tidak libur,” kilahnya.
Baca Juga: Kodim 0601/Pandeglang Siagakan Personel guna Antisipasi Dampak Erupsi GAK
Dia juga beralasan tidak bisa menindak warung pengecer yang menjual harga gas elpiji 3 Kg di atas HET. “Kalau tingkat pengecer kami tidak bisa menindak, kami hanya melakukan pengawasan ditingkat agen dan pangkalan. Untuk HET gas elpiji 3 Kg di tingkat rayon satu hanya Rp15.700, rayon dua Rp16.000, dan untuk rayon tiga Rp16.700. Jadi agen dan pangkalan tidak boleh menjual di atas HET,” jelasnya. (nipal/aditya)
























