SATELITNEWS.ID, SERANG–Tiga kabupaten/kota di Provinsi Banten, akan dipersiapkan menjadi kategori Kota Metropolitan. Namun untuk menhadi status tersebut masih banyak kekurangan.
Saat ini Bappeda Banten telah melakukan kajian, apa-apa saja yang harus dilengkapi, agar bisa dikatakan sebagai Kota Metropolitan. Salah satunya adalah moda transportasi.
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Andika Hazrumy usai menghadiri dan sekaligus membuka Musyawarah Wilayah dan Pelantikan Persatuan Institut Indonesia (PII) Banten 2020-2013 disalah satu hotel berbintang di Kota Serang, Selasa (29/12) mengungkapkan, sejumlah wilayah di Banten tengah bersiap untuk menjadi wilayah dengan kategori kota metropolitan. Daerah tersebut yakni,Kota Serang, Kabupaten Serang dan Cilegon.
“Makanya tadi saya dalam sambutan meminta PII di Banten bersinergi dengan pemerintah daerah,” katanya.
Ia menjelaskan, dari aspek populasi, tata ruang, sarana pendidikan, ekonomi, bisnis dan ketenagakerjaan, ketiga wilayah tersebut sudah memenuhi indikator kesiapan sebagai Kawasan Metropolitan. Akan tetapi terdapat beberapa indikator yang belum terpenuhi, mulai dari ketersediaan pusat-pusat penelitian terpadu, ketersediaan minimal 1 rumah sakit umum tipe A, dan pelayanan dan pengelolaan air bersih. Berikutnya, ketersediaan pengelolaan air limbah yang dilengkapi dengan instalasi pengelolaan air limbah terpadu/ IPLT, pengelolaan dan pengolahan sampah kota berbasis 3R, serta yang paling dibutuhkan adalah sarana angkutan umum masal (SAUM) yang efektif dan efisien.
Andika juga mengaku, penyediaan bus rapid transit (BRT) sebagai angkutan berkapasitas masal dilengkapi jalur khusus yang tidak berhimpitan dengan trayek angkutan umum menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Banten untuk disiapkan agar mobilitas penduduk di wilayah Kota Serang, Kabupaten Serang dan Cilegon dapat terkoneksi dengan satu moda transportasi umum.
Baca Juga: Penetapan Status PSN PIK 2 Kewenangan Pemerintah Pusat
Mengutip data Bappeda Banten, Andika mengatakan, pemprov merencanakan Koridor I, melayani rute dari Cikande di Timur menuju perbatasan Cilegon di barat sepanjang 41,7 km (pada tahap pertama, dibangun segmen Pakupatan – perbatasan Cilegon). Sedangkan koridor II, melayani rute dari arah Banten Lama (Pasar Lama) di utara menuju Baros di selatan dengan panjang lintasan 18,1 km.
Sementara untuk menghubungkan dengan Banten Lama dan integrasi dengan stasiun kereta api Serang Kota, kata Andika, dapat dilayani dengan bus sedang secara shuttle. Dan koridor III, melintasi rute dari arah Alamanda Regency di utara dilanjutkan melalui Jalan Armada, Jalan Syekh Al Bantani, sampai dengan Kampus Untirta baru sepanjang 19,5 km.
Masih kata Andika, pihaknya terus berupaya meningkatkan akselerasi pembangunan di Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten. Pemprov tengah mempersiapkan pembangunan fly over Sudirman yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan serta meningkatkan estetika kota khususnya di sekitar perlintasan sebidang di pintu masuk Kota Serang.
“Selain itu, Pemerintah Provinsi Banten juga tengah mempersiapkan akses keluar tol Serang Baru yang langsung menuju jalan protokol provinsi menuju KP3B,” ujarnya.
Sementara, Ketua Umum PII Heru Dewanto dalam sambutannya mengatakan, pandemi Covid-19 membawa perubahan besar pada seluruh aspek kehidupan. Tak terkecuali bagi kalangan insinyur. Karena itu transformasi keinsinyuran mutlak dilakukan agar para insinyur mampu menjawab tantangan perubahan zaman setalah pandemi.
“Proses transformasi keinsinyuran oleh PII menjadi keharusan agar seluruh kekuatan sumber daya manusia insinyur dapat sepenuhnya mendukung strategi pembangunan bangsa di segala sektor dalam konteks kompetisi global,” katanya. (rus/bnn)
Baca Juga: Aksi Nyata Transplantasi dan Pelestarian Terumbu Karang di Perairan Banten Harus Dimassifkan
























