SATELITNEWS.ID, SERANG–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat, selama tahun 2020 telah terjadi 322 kejadian bencana dan kedaruratan. Dari jumlah tersebut, didominasi bencana jenis banjir, cuaca ekstrim dan kebakaran.
Secara terinci dan berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Serang, telah terjadi 57 musibah kebakaran, 242 bencana alam dan 23 kejadian kedaruratan. Secara umum, kejadian tersebut terjadi pada awal tahun khususnya periode Februari – Maret.
Anggota Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Jhonny E Wangga mengatakan, dari beberapa kejadian yang ditanganinya yang paling banyak bencana banjir, cuaca ekstrim dan kebakaran. Untuk bencana umum, relatif kecil.
“Tahun 2020, relatif kecil. Faktornya selain karena pandemi, pihaknya juga terus melakukan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat. Itu salah satu faktor, yang membuat kejadian umum menurun,” kata Jhonny, Senin (4/1).
Untuk kejadian lain seperti laka laut katanya, dalam setahun ini juga berkurang jika dibanding tahun sebelumnya. Hal itu, karena adanya pandemi Covid-19, yang membuat kunjungan wisatawan juga berkurang. “Kalau bencana lain, itu di luar faktor alam. Pengunjung pantai berkurang, wisatawan juga kurang, hal itu jadi salah satu faktor,” tuturnya.
Namun ia menegaskan, kesadaran masyarakat soal bencana secara perlahan membaik, dibanding tahun sebelumnya. Dari dunia usaha dan instansi lain-pun, kini sudah ada peningkatan. “Kita sering menerima kunjungan pihak swasta dan perusahaan, bahkan Kementerian PUPR, juga konsultan kementerian. Artinya, itu menunjukkan peningkatan dibanding tahun lalu, kalau kita bicara kepedulian bencana. Mudah-mudahan, tahun 2021 lebih ditingkatkan lagi kepeduliannya, baik di dunia usaha dan pemerintah,” terangnya.
Baca Juga: Antisipasi Potensi Bahaya, BPBD Kabupaten Serang Intensif Pantau GAK
Disinggung soal sarana prasarana penanganan dan penanggulangan bencana yang dimilikinya, diakuinya saat ini masih belum lengkap. “Apa yang kurang, masih banyak. Tapi itu tidak membuat kita patah semangat. Dengan segala keterbatasan anggaran dan sarpras, kita tetap harus terjun maksimal,” imbuhnya.
Ditambahkannya, sejauh ini penanganan dan penanggulangan bencana (musibah) dapat dikendalikan dengan baik, terutama tim atau anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) yang selalu siap terjun ke lokasi ketika terjadi bencana.
Terlebih, pihaknya terus meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan semua pihak terkait, termasuk melibatkan para relawan kebencanaan. (sidik/mardiana)
























