Senin, 7 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Paparan Radiasi Diklaim Tak Berbahaya, Warga Batan Indah Diminta Tak Cemas

Oleh Deddy Maqsudi
Senin, 17 Feb 2020 16:53 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangsel, Metro Tangerang
Paparan Radiasi Diklaim Tak Berbahaya, Warga Batan Indah Diminta Tak Cemas

PEMERIKSAAN : Tim Gegana Polda Metro Jaya diterjunkan untuk memeriksa dugaan kesengajaan pembuangan limbah radioaktif di Perumahan Batan Indah, Tangsel, Minggu (16/2). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, SERPONG—Terdeteksinya paparan radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, membuat sebagian warga merasa khawatir. Mereka cemas mendapat dampak buruk dari paparan radiasi tersebut. Kendati demikian, pemerintah meminta agar warga setempat tetap tenang.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, mengatakan, warga harus tetap tenang dan tidak menimbulkan kepanikan. Juga, tidak percaya atas informasi apapun yang belum pasti kebenarannya.

“Masyarakat Tangsel, khususnya (Perumahan) Batan Indah tenang saja, lakukan aktifitas seperti biasa. Karena ini sudah ditangani yang ahli, tidak perlu gelisah dan tidak perlu berasumsi pendapat masing-masing cari informasi akurat dan yakin sekarang teknik ditangani dengan baik,” ujar Benyamin.

Benyamin juga menekankan, paparan radiasi di lokasi ini tidak berbahaya. Terlebih lagi saat melakukan tinjauan ke lokasi pada Sabtu (15/2), Benyamin mengatakan tim ahli sudah melakukan kerja secara serius.

“Tidak terjadi apa-apa kok, saya juga berada di dekat sini,” katanya.

Pemkot Tangsel dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) akan terus berkoordinasi dalam menangani munculnya radiasi dari benda yang saat ini masih dalam penelitian Batan dan Badan Pengawas Tenaga Nulir (Bapeten).

Baca Juga: Pabrik Uang Palsu Rp36 Miliar Digerebek di Tangsel, Polisi Amankan 360 Ribu Lembar

“Kami sebatas hubungan pemerintah dengan masyarakat. Kalau Batan punya prosedur sendiri memang di luar otoritas Pemkot. Kembali saya imbau tenang saja untuk warga,” ujarnya.

Benyamin menyatakan paparan radioaktif tersebut tidak ada hubungannya dengan reaktor nuklir yang berada di Puspiptek, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu.

BeritaTerbaru

Gubernur Banten Andra Soni, meninjau aktivitas GAK di PVMBG, Minggu (6/9/2026). (ISTIMEWA)

Pemprov Banten Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Minggu, 6 Sep 2026 21:14 WIB
Kepala Dindikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto. (ISTIMEWA)

Erupsi GAK Terus Meningkat, Sekolah di Pandeglang Berlakukan BDR

Minggu, 6 Sep 2026 20:14 WIB
BERSIHKAN ABU -- Seorang warga di Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, sedang membersihkan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026). (MARDIANA/SATELITNEWS.COM)

Abu Vulkanik Erupsi GAK Hujani Pandeglang, Bupati Dewi: Gunakan Masker dan Kacamata

Minggu, 6 Sep 2026 20:10 WIB
DPRD Imbau Warga Kota Tangerang Waspada Abu Vulkanik GAK

DPRD Imbau Warga Kota Tangerang Waspada Abu Vulkanik GAK

Minggu, 6 Sep 2026 19:54 WIB

“Ini belum pernah terjadi seperti ini, yang pasti ini tidak ada kaitannya sama reaktor yang di belakang (Puspiptek) itu dijamin oleh Batan. Semoga saja hasil kajian tim ahli bisa mengungkapkan asal benda tersebut,” pungkasnya.

Selain yang merasa khawatir, banyak juga warga Perumahan Batan Indah yang tidak merasa khawatir. Selain alasan karena sudah ditangani cepat oleh Batan dan Bapeten. Warga yang sebagian bekerja di Batan ini mengaku paham betul penanganan paparan radioaktif. Mukhlis Hadi, salah satu warga setempat yang juga peneliti di Batan meyakini penanganan lebih lanjut telah dilakukan.

“Sebenarnya buat kita yang tahu, ini aman-aman saja. Karena kita kan rata-rata bekerja di sana semua, jadi tahu risiko-risikonya,” ujar Mukhlis yang rumahnya hanya berjarak hampir 100 meter dari titik temuan paparan radioaktif.

Lebih lanjut dia mengatakan, ketika mendapatkan informasi mengenai adanya paparan radioaktif,  warga setempat langsung segera berkoordinasi antar RT, sehingga meminta adanya garis pembatas wilayah yang terpapar.

Baca Juga: Lomba 17-an di Camar Pinguin Tangerang Selatan Jadi Ajang Warga Kenal Layanan Gas Bumi

“Sudah sejak tahun 90-an kita tinggal di sini. Mungkin yang enggak ngerti soal ini wajar merasa was-was, tapi yang ngerti biasa saja, karena sebenarnya ini bisa ditangani sederhana saja,” ujarnya.

Mukhlis meyayangkan saat ini ada beberapa warga yang dinilai keliru dalam pemahaman menghadapi paparan radiasi.

“Sebenarnya kita merasa aman, karena kan sudah ada pernyataan dari Bapeten bahwa radiasi itu hanya berada di garis batas area kecil. Tapi ada warga yang kemarin-kemarin itu seperti salah menyebarkan informasi soal radius radiasinya. Beruntung penjelasan Batan dan Bapeten mematahkan informasi miring yang sempat beredar sebelumnya,” pungkasnya.

Kepala Bagian Komunikasi Publik dan Protokol Bapeten, Abdul Qohhar saat ditanya terkait dampak warga terpapar radiasi, memberikan jawaban bahwa itu tergantung lama tidaknya di lokasi terpapar.

“Nah, untuk laju paparan lokasi di luar garis kuning sudah relatif rendah. Kalau misalnya masyarakat hanya sebentar berada di situ (misal hanya buang sampah), dampaknya tidak signifikan. Berbeda kalau misal nongkrong lama di situ. Nah ini yang bisa jadi masalah,” ungkapnya menjawab pentingnya dilakukan penutupan area agar warga tidak memasuki titik terpapar.

Terkait dampak apa yang akan terjadi jika radiasi nuklir mengenai warga? Qohhar menjawab tergantung berapa lama orang tersebut di lokasi.

“Kalau kita bicara dampak, hanya melulu nilai laju paparan belum menunjukkan apa-apa. Masih harus digabung dengan parameter berapa lama berada di sana. Kalau bicara dampak, kita harus bicara seberapa besar dosis yang diterima seseorang. Ini diketahui dari nilai laju paparan dikalikan lama waktu,” jelas Abdul.

Bahkan, hal terburuk bisa saja terjadi jika manusia menerima radiasi nuklir terlalu besar. Dimana sel tubuh manusia bisa mengalami kerusakan.

“Secara alami, tubuh memiliki kemampuan meregenerasi sel yang rusak tersebut. Namun bila dosis yang diterima terlalu besar, maka sel yang mengalami kerusakan akan lebih besar dari kemampuan regenerasi tadi. Dampak akhirnya ya seperti yang banyak dipahami publik, misal timbul kanker, kemandulan, dan lain-lain,” tuturnya.

Qohhar menjelaskan, penyebab limbah radioaktif bisa muncul di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), belum diketahui. Namun, sebagian tanah yang terkontaminasi zat radioaktif telah diangkut. Dia menjelaskan Bapeten akan bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) untuk melakukan proses identifikasi dari tanah yang sudah diambil itu.

Dia menjelaskan unsur radioaktif di Perumahan Batan Indah mengandung unsur Cs 137. Karena ada unsur ini, lanjutnya, Bapeten akan melakukan pengecekan dan pendataan ke seluruh pengolah yang memakai unsur Cs 137 di seluruh Indonesia.

Abdul menjelaskan pengecekan dilakukan untuk melihat bagaimana suatu industri memakai unsur Cs 137. Menurutnya, Cs 137 yang sudah tidak digunakan wajib dilimbahkan ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Batan.

Selain itu, lanjutnya, Bapeten bekerja sama dengan polisi untuk melakukan identifikasi. Identifikasi dilakukan untuk mencari apakah ada unsur kesengajaan atau tidak.

“Dari kepolisian beda lagi. Jadi akan kami combine bersama. Mudah-mudahan investigasi ini akan memperoleh hasil. Kalau memang tadi yang disampaikan ini karena unsur kesengajaan, misalkan, siapa pelakunya itu bisa ketemu,”imbuhnya.

Kepala Biro Humas dan Kerjasama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Heru Umbara menambahkan pihaknya akan meminta warga Batan Indah untuk melakukan Whole Body Counting (WBC), Senin (17/2). Namun untuk hewan di perumahan Batan Indah, sambungnya, masih dimungkinkan untuk diindentifikasi apakah terkena radiasi zat radioaktif atau tidak.

“Nanti kemungkinan kalau ada indikasi ke arah sana, kita akan lakukan ke arah situ (mengecek hewan). Tapi tumbuhan, pohon, sudah kita lakukan (pengecekan), tapi hasilnya belum keluar,” kata Heru, di perumahan Batan Indah, Serpong, Tangsel, Minggu (16/2).

Heru tidak menjelaskan secara rinci hewan apa saja yang dimungkinkan akan diindentifikasi. Apakah hanya hewan peliharaan atau juga hewan liar di perumahan Batan Indah, belum diketahui.

Kemarin, petugas mengambil limbah radioaktif di Perumahan Batan Indah. Limbah ini ditaruh di dalam drum dan diangkut memakai truk ke PLTR (Pusat Teknologi Limbah Radioaktif). Ada 28 petugas yang terbagi dalam empat kelompok untuk mengambil limbah radioaktif di Perumahan Batan. Kelompok ini bekerja tiap 1 jam.

“(Bekerja) dengan cara memasukkan tanah ke drum. Kelompok pertama tadi sudah bekerja menghasilkan 27 drum. Selama 1 jam, kelompok pertama mengumpulkan 27 drum tanah yang nanti akan dibawa ke PTLR,” kata Heru.

Dia menambahkan tanah yang mengandung zat radioaktif yang diangkut kelompok pertama ini masih dalam kategori aman, yakni 2-10 mikrosievert/jam. (dra/jpg/gatot)

Tags: bapetenbatan indahkota tangselradiasisetu
Share2TweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku
Headline

Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku

Minggu, 6 Sep 2026 17:27 WIB
MENYAMPAIKAN KETERANGAN : Gubernur Banten Andra Soni, menyampaikan keterangan kepada wartawan, usai melalukan rakor dengan PVMBG dan stakeholders terkait lainnya. (ISTIMEWA)
Banten Region

Pantau PGA GAK di Pasauran, Gubernur Andra Tegaskan Hal Ini

Minggu, 6 Sep 2026 17:21 WIB
Ilustrasi erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. (ISTIMEWA)
Banten Region

Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus, 14 Letusan Tercatat Sejak 4 September

Minggu, 6 Sep 2026 16:39 WIB
Abu Anak Krakatau Tutup Bandara Soekarno-Hatta, 22.798 Penumpang Terdampak
Headline

Abu Anak Krakatau Tutup Bandara Soekarno-Hatta, 22.798 Penumpang Terdampak

Minggu, 6 Sep 2026 16:05 WIB
Gubernur Banten, Andra Soni. (ISTIMEWA)
Banten Region

Waspada Sebaran Abu Vulkanik GAK, Masyarakat Diminta Gunakan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 15:57 WIB
Gelar Konsolidasi, PKB Kota Tangerang Bidik Minimal 7 Kursi di Pemilu 2029
Kota Tangerang

Gelar Konsolidasi, PKB Kota Tangerang Bidik Minimal 7 Kursi di Pemilu 2029

Minggu, 6 Sep 2026 15:50 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Pohon Tumbang Timpa Rumah di Teluknaga, Remaja Putri Tewas dan Dua Anak Luka-luka

Pohon Tumbang Timpa Rumah di Teluknaga, Remaja Putri Tewas dan Dua Anak Luka-luka

Senin, 31 Agu 2026 21:14 WIB
TIM DAMKAR - Petugas Damkar BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, sedang berupaya memadamkan kobaran api yang membakar rumah di Kampung Cayang Maneuh RT 003 RW 001, Desa Kadumadang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, ludes terbakar, Kamis (3/9/2026) dini hari. (ISTIMEWA)

Korsleting Listrik, 1 Rumah di Cimanuk Pandeglang Ludes Terbakar

Kamis, 3 Sep 2026 18:48 WIB

Lima Pemuda Ditangkap Warga Pondok Aren, Dua Orang Bawa Celurit

Minggu, 6 Sep 2026 15:02 WIB
TEKNOLOGI TEPAT GUNA: Gubernur Banten Andra Soni secara simbolis memberikan hadiah juara pertama kategori Produk Unggulan Teknologi Tepat Guna kepada perwakilan pemuda-pemudi Desa Curug Sangereng, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, yang berhasil menciptakan Genset Mini Portable (GEMPI), Kamis (3/9/2026). (ALFIAN/SATELIT NEWS)

Genset Mini Karang Taruna Curug Sangereng Antar Kabupaten Tangerang Juara TTG Banten 2026

Kamis, 3 Sep 2026 20:10 WIB
Motor Curian Kehabisan Bensin, Pria di Lebak Ditangkap Warga

Motor Curian Kehabisan Bensin, Pria di Lebak Ditangkap Warga

Kamis, 3 Sep 2026 13:42 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.