SATELITNEWS.ID, JAKARTA—Tim gabungan telah berhasil menemukan titik jatuh pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Minggu (10/1). Aparat berhasil mendapatkan serpihan hingga properti korban meski belum berhasil menemukan kotak hitam atau black box yang memiliki fungsi perekam data dan suara di dalam pesawat milik pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Kendati demikian Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, sinyal kotak hitam telah ditangkap KRI Rigel yang turut melakukan pencarian di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.
’’Pencarian adalah satu kegiatan yang tidak mudah. Tetapi rekan-rekan dari Basarnas, TNI, Polri, dan stakeholder lainnya bahu-membahu melakukan kegiatan ini dengan baik, sehingga kami bisa temukan lokasinya hari ini,’’ kata Budi, kemarin.
Kemarin Menhub bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menuju ke titik lokasi jatuhnya pesawat dengan menggunakan Kapal KRI John Lie 358. Menhub menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim gabungan yang telah terlibat dalam kegiatan pencarian dan pertolongan.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan seluruh jajaran TNI mendukung Basarnas dalam upaya pencarian yang saat ini titik lokasi jatuhnya pesawat telah ditemukan. Pihaknya akan terus melakukan upaya menemukan seluruh korban, bagian pesawat, dan juga keberadaan kotak hitam (black box) pesawat.
Ia meyakini sinyal yang ditangkap oleh KRI Rigel diduga kuat merupakan sinyal dari kotak hitam pesawat yang sedang dicari. TNI bersama Tim Gabungan juga tengah menyiapkan rencana pengangkatan potongan besar pesawat dengan menggunakan kapal yang memiliki alat crane untuk mengangkut benda besar.
’’Bagian-bagian yang kecil masih bisa diambil. Untuk bagian yang besar akan didatangkan kapal dengan fungsi derek untuk mengangkat,’’ katanya kepada media di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Jakarta Utara, Minggu (10/1).
Dia berharap, dengan dukungan dan doa seluruh masyarakat Indonesia, pecahan-pecahan pesawat yang berada pada kedalaman 23 meter di bawah permukaan air laut bisa segera diangkat.
Ia menjelaskan, tim pencari masih berupaya mendapatkan kotak hitam pesawat. Posisi kotak hitam diduga kuat telah ditemukan berdasarkan sinyal yang dipancarkan alat tersebut. Sinyal tersebut terus dipantau dan ditandai.
’’Mudah-mudahan tidak lama lagi kotak hitam sudah bisa diangkat, sehingga bisa menjadi bahan bagi KNKT untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut,’’ tuturnya.
Kepala Basarnas Bagus Puruhito menjelaskan Tim SAR Gabungan hingga kemarin telah menemukan sejumlah serpihan pesawat, dan body part yang selanjutnya akan dikumpulkan dan diserahkan kepada Tim DVI Polri dan KNKT untuk dilakukan investigasi lebih lanjut. Tim SAR Gabungan akan terus mengumpulkan potongan pesawat dan lainnya hingga proses pencarian dinyatakan selesai.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan tim dari KNKT yang menggunakan Kapal Baruna Jaya IV telah merapat ke kapal KRI Rigel yang berada di titik lokasi jatuhnya pesawat, untuk melakukan pencarian kotak hitam pesawat, dengan mengunakan unit ping locater finder. KNKT menyiapkan tiga unit ping locater finder dan alat pendeteksi objek di bawah laut yang ada pada Kapal Baruna Jaya IV miliki Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Terkait proses penyidikan jatuhnya pesawat tersebut, Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Kapten Nurcahyo Utomo mengatakan, timnya telah mengumpulkan rekaman percakapan antara pilot dan petugas.
“Tim juga sudah mengirim dua orang untuk melakukan pengumpulan data di Perum LPPNPI atau Airnav Indonesia dan sudah mengumpulkan rekaman berikut transkrip pembicaraan antara pilot dengan lalu lintas udara,” ujar Nurcahyo dalam keterangan video yang diterima, Minggu (10/1).
Tim juga sudah berhasil mendapatkan data mentah dari data radar pergerakan pesawat yang akan menjadi bahan kajian tragedi tersebut. Selain itu, timnya juga telah melakukan pendalaman kasus dengan para petugas.
“Tim sudah melakukan wawancara dengan petugas lalu lintas udara yang kemarin bertugas mengendalikan penerbangan yang mengalami kecelakaan. Belum semuanya tuntas dilakukan, untuk selanjutnya masih akan ada beberapa interview yang akan dilakukan,” imbuhnya.
Terkait dengan proses Search and Rescue (SAR), pihaknya telah menerima beberapa komponen daripada serpihan pesawat berjenis Boeing 737-500 tersebut. Mulai dari Ground Proximity and Warning System atau sistem dasar kedekatan peringatan hingga pintu pesawat.
“Hari ini sudah menerima beberapa komponen dan ada beberapa yang sudah di identifikasi, yaitu berupa beberapa instrumen pesawat ada GPWS dan radio altimeter, kemudian juga alat peluncur darurat, ini nanti akan kita identifikasi dari pintu sebelah mana, karena di pesawat itu ada 4 (pintu),” terangnya.
“Kemudian bagian-bagian pesawat yang sudah bisa diidentifikasi, umumnya dari bagian ekor sebelah bawah, tetapi kita belum bisa menentukan apakah sebelah kiri atau sebelah kanan,” tandas Nurcahyo.
Nurcahyo Utomo menambahkan pihaknya akan mendapat bantuan dari pihak luar untuk memecahkan kasus penyebab jatuhnya pesawat berjenis Boeing 737-500 tersebut.
“KNKT sudah menerima tawaran dari Transportation Safety Investigation Bureau Singapore yang mana mereka akan membantu melakukan pencarian black box,” tutur dia.
Begitu juga bantuan dari, Organisasi pemerintah asal Amerika Serikat, yakni The National Transportation Safety Board (NTSB) juga akan turut membantu mengungkap apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus jatuhnya pesawat ini.
“KNKT juga sudah berkoordinasi dengan otoritas Amerika yaitu NTSB dan sudah ditunjuk Michael Hoff akan menjadi accredited representative (perwakilan) di investigasi kecelakaan pesawat ini,” tutur dia.
Untuk mendapatkan bantuan tersebut, saat ini pihaknya tengah mengupayakan untuk mendapatkan izin masuk warga negara asing (WNA). Mengingat bahwa pemerintah melakukan pembatasan untuk WNA yang masuk ke dalam negeri.
“Larangan bagi warga negara asing untuk masuk ke Indonesia sampai dengan tanggal 14 Januari. Apabila nanti kondisi memungkinkan, maka tim ini mungkin akan datang membantu KNKT di Indonesia,” pungkasnya. (jpg/gatot)