TANGERANG, SN—Latihan keras harus dijalani dua atlet tarung derajat Banten Abidin dan Muhamad Ari Fadli yang tengah mempersiapkan diri tampil di PON XX Papua Oktober nanti. Kedua petarung ini tengah ditempa latihan fisik yang lebih intensif dibanding sebelumnya.
Pelatih tarung derajat Banten, Santoso mengatakan latihan fisik menjadi fokus utama pada awal tahun ini sebagai hasil evaluasi setelah melakoni tes fisik yang dilakukan KONI Banten, Desember lalu.
Dimana dari hasil tes fisik tercatat kedua atlet Banten tersebut mengalami penurunan dari tes fisik sebelumnya. Peningkatan kemampuan fisik inilah yang coba ditekankan pada latihan sejak awal tahun ini.
“Secara umum kemampuan atlet kami dari tes fisik yang dilakukan KONI Banten hasilnya cukup baik, hampir semua ada peningkatan. Namun dari sisi VO2 maks-nya kemampuan atlet kami mengalami penurunan dan dinilai masih kurang untuk standar pertandingan bela diri,” ujar Santoso.
Untuk itulah dirinya memberi menu latihan yang sebagian besar dijalani dalam bentuk latihan fisik. Dari empat kali latihan dalam seminggu, dua hari diisi dengan latihan fisik yang dilakukan dengan latihan lari dan shadow boxing (tinju bayangan), sedang sisanya diminta kepada atlet untuk latihan mandiri dengan lebih banyak latihan fisik.
Latihan fisik akan dilakukan selama tiga bulan yakni hingga Maret 2021. Dengan begitu diharapkan Abidin dan Ari bisa meningkat kemampuan VO2 maks atlet untuk memenuhi standar yang diberikan KONI Banten.
Baca Juga: Langgar Sportivitas, KONI Banten Diminta Revisi Pasal 9 Peraturan Porprov
“Kami diminta untuk maksimalnya VO2 maks atlet tarung derajat itu di angka 55, kami diminta meningkatkan kemampuan itu sampai bulan Maret. Fokus sampai Maret ya latihan fisik, karena kalau tidak bisa mencapai itu ada sanksi buat atlet termasuk yang paling pahit yakni pencoretan,” jelas Santoso.
Santoso mengungkapkan pihaknya berupaya keras agar kedua atlet bisa memenuhi standar yang ditetapkan KONI Banten. Namun demikian sekarang ini. Dirinya dan dua atlet binaannya kesulitan memenuhi latihan minimal sepekan empat kali.
Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Tangerang Raya membuat latihan bersama minimal dilakukan satu kali demikian juga dengan latihan mandiri.
“Kami minta Abidin dan Ari latihan mandiri di rumah masing-masing, ini karena latihan di satlat (satuan latihan) juga terbatas. Jadi latihan fisik kita maksimalkan juga saat mereka latihan mandiri, meski secara hasil kita belum bisa pastikan meningkat drastis tapi minimal ada peningkatan,” tutupnya. (jpg/gatot)
