SATELITNEWS.ID, SERANG–Sebanyak 20 Pondok Pesantren (Ponpes) salafi di Kabupaten Serang, diguyur bantuan dengan total senilai Rp4 Miliar dari APBD Kabupaten Serang. Bantuan tersebut, berdasarkan usulan yang masuk melalui Bagian Kesra Setda setempat, tahun lalu.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Pendidikan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang, Deni Hartono mengatakan, bantuan yang diberikan untuk Pondok Pesantren (Ponpes) ini, berupa pembangunan dan dilaksanakan dengan proses penunjukan langsung. Masing – masing Ponpes, mendapata alokasi senilai Rp200 juta.
“Sekarang baru masuk perencanaan. Mudah – mudahan, Januari Februari perencanaan dan survey. Nanti Maret – April, kita upayakan pembangunan dimulai,” kata Deni, Selasa (26/1).
Menurutnya, pembangunan yang akan dilaksanakan antara lain berupa, sarana belajar seperti majlis ta’lim dan ruang kelas. Ponpes yang mendapat bantuan tersebut, tersebar dibeberapa kecamatan seperti Tanara, Baros, Pamarayan, Ciomas, Kopo, Bandung dan lainnya.
“Setiap tahun bantuan Ponpes bertambah. Tahun lalu 16 Ponpes, dan tahun sebelumnya (tahun 2019,red) sebanyak 13 Ponpes. Sekarang 20 Ponpes,” ujarnya.
Bantuan bagi Ponpes tandasnya, usulan yang masuk melalui Bagian Kesra Setda Kabupaten Serang, tahun 2020 lalu. Sedangkan untuk proses pembangunannya, dilaksanakan oleh DPKPTB. “Pokoknya perencanaan programnya ada di Kesra. Jadi kalau sudah jadi, diserahkan ke kita. Kita di Perkim yang bangun,” tuturnya.
Sementara, Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Kabupaten Serang, Febriyanto mengatakan, sampai saat ini masih banyak Ponpes salafi yang perlu dibantu. Hasil survey, paling banyak itu di Kecamatan Jawilan dan Kecamatan Baros.
“Rata – rata setiap tahun, sekitar 40 sampai 50 Ponpes mengajukan bantuan. Makanya program ibu (Bupati Serang,red), tahun 2021 Ponpes menjadi salah satu perhatian di bidang keagamaan,” tuturnya.
Ditambahkannya, berdasarkan data yang dimilikinya jumlah Ponpes di Kabupaten Serang, ada sekitar 800. Jumlah tersebut, terdiri dari salafi dan modern. “Ponpes salafi paling banyak,” imbuhnya. (sidik/mardiana)