SATELITNEWS.ID, SERPONG—Masih ingat dengan Aisyah Alusa, anak perempuan usia 10 tahun yang positif Covid-19? Anak yatim piatu setelah ibunya meninggal dunia akibat Corona itu hingga kini masih menjalani karantina di Rumah Lawan Covid 19 (RLC-19). Kabar baiknya, ada tokoh masyarakat (Tokmas) yang ingin mengadopsi wanita malang tersebut.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman mengungkapkan, ada salah satu tokoh masyarakat Tangsel yang berkeinginan untuk mengadopsi Aisyah. Namun orang tersebut tak ingin disebut namanya lantaran ingin menjaga kondisi Aisyah dalam tahap trauma healing yang diberikan psikolog dari Pemerintah Kota Tangsel.
“Saat ini Aisyah sendiri sudah berstatus sebagai anak terlantar,” kata Wahyunoto kepada awak media, Selasa (26/1).
Status anak terlantar disematkan kepada Aisyah untuk mempermudah langkah Dinsos dalam mengurus proses perawatan Aisyah hingga pencarian orangtua angkat sesuai aturan dan keinginan Aisyah sendiri.
“Kami menangani Aisyah sebagai anak terlantar. Pihak kelurahan sudah membuat laporan ke kepolisian, nah nanti dasarnya surat keterangan dari kepolisian untuk langkah tindak lanjut kepada Aisyah diberikan program psycho healing, psycho trauma dengan tenaga psikolog,” katanya.
Dinsos memastikan menerima Aisyah dan mengupayakan sampai dapat orangtua angkat yang memenuhi syarat. Selama dilakukan pemberian trauma healing, Dinsos mengupayakan Aisyah akan ditampung di tempat yang akan bisa diterima oleh Aisyah. Jika mengacu pada aturan, Aisyah memang diarahkan untuk masuk rumah singgah.
Baca Juga: Gandeng Komunitas Banten Ceria, FBn Ajak Anak Yatim Liburan
“Tetapi kalau di rumah singgah, kita kan khawatir Aisyah tidak ada teman bermain tidak ada teman bercerita di kala dia memang masih kondisi berduka masih trauma. Maka nanti akan kita titipkan di salah satu tokoh masyarakat yang memang peduli dan perhatian terhadap Aisyah dan dia sudah bersiap sedia untuk menjadi orangtua angkat Aisyah,” kata Wahyu.
Saat ini Aisyah sendiri masih menjalani perawatan karena berstatus pasien Covid-19 tanpa gejala di RLC Tangsel. “Sebelum langkah dilakukan, kita fokus dulu untuk kesembuhan Aisyah, sambil kita persiapkan segalanya yah,” kata dia.
Aisyah Alusa, anak perempuan usia 10 tahun hidup sebatang kara setelah sang ibu, Rina Darmakusumah (44) meninggal dunia pada Sabtu (16/1/2021) akibat reaktif Covid-19. Ironisnya lagi, siswi kelas 4 SDN di wilayah Serua Ciputat itu kini dinyatakan positif Corona dan harus menjalani karantina di RLC-19 Kota Tangerang Selatan, Ciater Serpong.
Sementara, sang ayah sudah meninggal dunia delapan tahun silam. Keluarga Aisyah merupakan muallaf dan sudah empat tahun tinggal di sebuah kontrakan di Jalan Bhayangkara blok E 26 No 15, RT 01/18 Kelurahan Benda Baru Kecamatan Pamulang. (jarkasih)
























