SATELITNEWS.ID, SERANG–Banjir di Kabuaten Serang meluas. Sebelumnya melanda dua Desa di Kecamatan Pontang, kini tercatat sudah menyebar di tiga Kecamatan yakni, Kecamatan Padarincang (Desa Citasuk), Kecamatan Tanara (Desa Tanara) dan Kecamatan Pontang (Desa Kaserangan dan Desa Sukajaya).
Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, di Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, ada sebanyak 142 rumah yang terendam dengan ketinggian air antara 30 – 70 Cm.
Banjir tersebut akibat meluapnya Sungai Cikalumpang, dan rusaknya tanggul sungai tersebut. Selain itu, intensitas hujan cukup tinggi. Sehingga air masuk atau meluap ke pemukiman warga.
Sedangkan di Desa Tanara, Kecamatan Tanara, ada sebanyak 10 rumah yang terendam dengan ketinggian air antara 20 sampai 30 Cm. Hujan dengan intensitas tinggi, menyebabkankan meluapnya aliran Sungai Cidurian Lama dan masuk ke persawahan. Kemudian air mengalir ke pemukiman warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma mengatakan, pihaknya sudah memberangkatkan personel anggotanya guna melakukan assesment. Banjir tersebut terjadi sejak Selasa (26/1) lalu. “Banjir melanda Kampung Sukamaju, Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, meliputi RT 24, 25, 26 RW 05, kejadian jam 19.30 WIB. Kemudian Kampung Kemuludan, Desa Tanara, Kecamatan Tanara, yaitu RT 001 RW 002, kejadiannya jam 04.00 WIB,” kata Nana, Rabu (27/1).
Menurutnya, sampai sekarang warga masih bertahan menempati rumahnya masing-masing, dan tidak ada korban jiwa. Namun saat ini, warga membutuhkan logistik seperti alat kebersihan, tikar, selimut dan peralatan bayi.
Baca Juga: Antisipasi Potensi Bahaya, BPBD Kabupaten Serang Intensif Pantau GAK
“BPBD telah melakukan pendataan dan penulusuran di lokasi terdampak banjir,” tandasnya.
Sebelumnya, puluhan Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, terendam banjir. Banjir tersebut, disebabkan meluapnya aliran air irigasi di wilayah tersebut, akibat intensitas hujan yang cukup tinggi.
Berdasarkan data dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, banjir merendam dua desa, yakni Desa Sukajaya, Kampung Kademangan, RT 005 RW 006. Namun kondisi terakhir banjir terpantau surut, hanya hanya akses jalan yang tergenang.
Sedangkan Desa Kaserangan, Kampung Kamasan RT 006 RW 002, ada sebanyak 30 Kepala Keluarga dan 15 rumah yang terdampak banjir. Adapun untuk Kampung Sombeng, RT 007 RW 03, Desa Kaserangan, terpantau hanya akses jalan yang tergenang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma mengatakan, sejak Minggu (24/1) sekitar pukul 04.00 WIB, terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi.
Akibatnya, air irigasi yang mengalir di wilayah Desa Kaserangan dan Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang, meluap. Menurutnya, selain curah hujan tinggi, banjir di Kecamatan Pontang ini juga disebabkan oleh sempitnya drainase.
Baca Juga: Hujan Siang Hari Sebabkan Banjir di Tangsel
Namun ia mengaku, telah memberangkatkan personil BPBD Kabupaten Serang, guna melakukan asesment di lokasi. “Dampak kejadian di Desa Kaserangan, Kampung Kamasan RT 006 RW 002, sebanyak 30 KK, 86 jiwa, 10 balita, 1 lansia, 15 anak dan 15 rumah terendam,” kata Nana, Selasa (26/1).
Katanya, berdasarkan informasi dan pantauan tim di lokasi, saat ini banjir berangsur surut dan tidak ada korban jiwa. Pemilik rumah hingga kini masih menempati rumahnya masing-masing. “Tidak ada korban jiwa,” tambahnya. (sidik/mardiana)
























