SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG—Warga suku adat Baduy ternyata memiliki rahasia dan jurus jitu dalam melindungi diri dari paparan virus Covid-19. Mereka tegas melarang wisatawan masuk jika tidak mematui protokol kesehatan.
Rupanya, sikap itu dinilai ampuh membendung virus yang bermula mewabah di Tiongkok tersebut di sana. Terbukti sampai saat ini, tidak ada warga setempat yang terpapar Covid-19. Sikap yang menolak dengan tegas kunjungan para wisatwan lokal dan luar daerah selama masa pandemi Covid-19 konsiten diterapkan. Warga Baduy juga melakukan pengetatan penerapan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan suku adat Baduy.
Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Jaro Saija menegaskan, pihaknya tidak akan segan untuk menolak kunjungan wisatawan ataupun tamu yang tidak mengindahkan prokes. Hal tersebut dilakukan, semata untuk melindungi warga Baduy dari paparan virus Covid-19.
“Baduy sendiri masih menutup diri dari kunjungan wisatawan selama masa pandemi ini. Namun jikapun memaksa, maka wisatawan itu harus mengikuti aturan yang berlaku, dengan memerhatikan protkes,” kata Saija, belum lama ini.
Katanya, pihaknya terus melakukan pengetatan penerpaan prokes di lingkungan suku adat Baduy, dengan cara melakukan pemeriksaan suhu tubuh terhadap setiap wisatawan dan juga mewajibkan pengunaan masker bagi para wisatawan yang hendak memasuki wilayah adat. Pihaknya juga telah menyiapkan sarana tempat cuci tangan di beberapa titik di wilayah adat Baduy. “Semua wajib untuk menerapkan prokes, jika tidak maka kami akan memberikan teguran terhadap orang yang bersangkutan,” kata Jaro.
Dikatakanya, selain penerapan prokes, pihaknya juga mengeluarkan aturan adat yang berlaku bagi seluruh warga Baduy, untuk tidak berpegian ke daerah perkotaan atau keluar wilayah adat Baduy. “Kami, lembaga adat Baduy melarang dengan keras warga Baduy untuk berpegian ke luar kota, saat pandemi Covid-19 ini. Bahkan waktu pertama kali ada informasi virus itu, lembaga adat langsung menjemput para warga Baduy yang berada di luar kota untuk pulang ke Baduy,” pungkasnya.
Baca Juga: Mudahkan Akses Wisata Baduy, Pemprov Berlakukan Tarif Satu Rupiah
Kepala UPT Puskesmas Cisimeut, dr Maytri Nurmaningsih membenarkan, selama pandemi Covid-19 ini, tidak ditemukan adanya laporan warga Baduy yang mengalami gejala gejala terpaparnya Corona. “Selama Pandemi ini, tidak ada warga Baduy yang terkonfirmasi Covid-19,” ujarnya
Katanya, warga Baduy sendiri telah melakukan pencegahan penyebaran virus Covid-19 baik melalui ritual adat, maupun memberlakulan lockdown dari wisatawan luar daerah. Selama Pandemi Covid-19 ini, Lembaga adat Baduy juga telah melarang seluruh warga Baduy untuk berpegian ke luar daerah, serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat di lingkungan Baduy. “Pemberlakuan lockdown ini telah menjadi rahasia umum keberhasilan warga Baduy untuk mencegah warganya terpapar virus,” katanya.
Ia mengungkapkan, pihaknya sendiri telah secara rutin melakukan pengawasan kesehatan terhasap warga Baduy pada setiap bulannya. Dan bahkan terdapat juga bidan khusus yang bertugas di lingkungan Baduy tersebut.
“Setiap bulan kita turut aktif dalam melakukan pemeriksaan kesehatan, dan juga kegiatan posyandu. Dalam kegiatan tersebut kita juga terus melakukan penyuluhan kepada warga mengenai wabah penyebaran Virus Covid-19,” ungkapnya.
Dirinya berharap, kondisi nol persen warga Baduy yang terpapar virus Covid-19 dapat terus dipertahankan, hingga pandemi yang berlangsung diseluruh belahan dunia ini dapat selesai. “Mari tetap kita lindungi diri, keluarga, dan saudara-saudara kita dari paparan virus dengan selalu menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.(mulyana/made)
























