SATELITNEWS.ID, SERANG–Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP) Kabupaten Serang, berencana menambah ruang isolasi pasien Covid-19. Karena ruang isolasi yang ada sekarang, sudah penuh.
Humas RSDP Serang, drg Khoirul Anam mengatakan, saat ini totalnya ada 43 ruang isolasi yang terisi, dan diakuinya masih banyak pasien yang belum masuk.
Oleh karena itu tambahnya, pihaknya akan menambah ruang isolasi sesuai dengan instruksi Pemerintah Pusat, yang mengharuskan RS menambah 40 persen dari total ruangan yang ada. Menurutnya, untuk penambahan ruangan yang akan digunakan, adalah ruang Flamboyan.
“Sudah disiapkan, sesuai regulasi pemerintah untuk menambah 40 persen dari total ruangan yang ada,” kata Khoirul, Minggu (31/1).
Namun katanya, untuk mengatasi masalah ini sebenarnya ketika ada pasien datang, seluruh RS dan Puskesmas sudah ada jalur komunikasi masing-masing. Jika ruangan penuh, akan diinformasikan kesemuanya. “Kalau rujukan resmi, pasti tidak akan ke kita (RSDP,red). Kecuali pasien datang sendiri ke kita, dan ternyata setelah di screening mengalami gejala Covid atau hasil antigen reaktif, itu akan kita carikan ruangan untuk transisi sambil menunggu yang isolasi bisa keluar baru dimasukkan (pasien baru,red),” tuturnya.
Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Serang hingga Sabtu 30 Januari 2021, total kasus positif Covid-19 mencapai 2.184 orang. Dari jumlah itu, 58 diantaranya meninggal dunia, sebanyak 1.729 dinyatakan sembuh, sebanyak 339 isolasi dan 58 orang dalam perawatan.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Pasien, Dinkes Kabupaten Serang Siagakan Semua Puskesmas
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang memastikan, akan menyiapkan rumah susun (Rusun) bagi pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri, yaitu Rusunawa Margaluyu di Kota Serang.
Untuk memperoleh ruang isolasi tersebut, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengaku telah berkomunikasi dengan Wali Kota Serang, Syafrudin, untuk menggunakan Rusun sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 yang hingga kini belum berakhir.
“Pak Wali Kota Serang (Syafrudin,red) sih menyampaikan siap,” kata Tatu, menjawab pertanyaan wartawan, terkait tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19, Rabu, (27/1).
Namun sebelum digunakan, kata Tatu, akan dilakukan perbaikan terlebih dahulu dengan menggunakan dana tak terduga (TT). Mengingat dana TT Pemkab Serang sangat besar yang belum digunakan, dan tentunya bisa digunakan untuk merapikan Rusun tersebut.
“Kalau untuk makan bisa mengambil katering dari UMKM Kabupaten Serang, tentunya dengan arahan rumah sakit (jenis makanannya,red). Dan ini lebih memudahkan, karena lokasinya dengan rumah sakit. Jadi, tim medis bisa mengontrol lebih mudah,” ujarnya.
Tatu juga mengaku, sudah berkomunikasi dengan Pemkot Serang. Karena Pemkab Serang kesulitan mencari tempat isolasi mandiri. Bahkan, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan pihak hotel, namun mereka (pihak hotel) menolak. Kemudian ada satu peluang yaitu, di Rusun yang lokasinya di Kota Serang.
Baca Juga: RSDP Dan Dinkes Kabupaten Serang Bantu Pasien Yang Tak Miliki Biaya
“Kami mengajak Pak Wali Kota Serang, untuk menyiapkan tempat itu berbagi dengan Kabupaten dan Kota Serang,” tambahnya.
Menurut Tatu, dengan meningkatnya jumlah pasien Covid-19, dikhawatirkan pihak Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP) tidak bisa menangani, karena keterbatasan tempat perawatan dan tempat isolasi. “Ini nanti menjadi klaster keluarga, dan nanti klaster ke tetangga. Sudah banyak dari klaster keluarga menjadi klaster komplek, itu hasil isolasi mandiri di rumah masing-masing. Nah isolasi itu ditempat yang terpisah, dan di kontrol oleh para dokter. Lebih terkontrol, karena sudah di satu tempat, makanan mereka terjaga, gizi mereka, stamina mereka, vitamin terus dengan obat-obatan juga terjaga,” paparnya. (sidik/mardiana)
























