SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menilai partisipasi sekolah-sekolah swasta dalam mengikuti program Adiwiyata di kota Akhlaqul Karimah masih rendah. Padahal, manfaat program yang bertujuan meningkatkan kesadaran sekolah dalam menjaga lingkungan akan kembali ke diri mereka sendiri.
Untuk itu, ke depan, pemerintah daerah mendorong agar sekolah swasta ikut program yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup ini. Terlebih saat ini, program tersebut sudah diwajibkan di sekolah negeri. “Sekolah swasta yang ikut program adiwiyata masih sedikit. Ke depan, semuanya harus ikut program ini,” kata Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, usai pelaksanaan pemberian penghargaan Adiwiyata, proklim dan penghargaan bagi perusahaan yang memiliki kinerja baik dalam pengelolaan lingkungan serta pemberian bantuan bagi warga sekitar Kecamatan Neglasari di gedung Puspem Kota Tangerangang pada, Kamis (04/02) pagi.
Arief juga meminta agar melaporkan kepada dirinya apabila ada sekolah negeri, baik SD dan SMP yang tidak mengikuti program Adiwiyata. ”Akan saya ganti kepala sekolahnya,” terangnya.
Mantan wakil walikota ini menambahkan, program Adiwiyata sebagai usaha untuk menciptakan sekolah dan generasi penerus yang mampu menjaga dan melestarikan lingkungan. “Harus sejak dini para siswa diajarkan peduli terhadap lingkungan dan berawal dari sekolah,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaludin menyampaikan, sekolah swasta yang tidak mengikuti program adiwiyata bakal kehilangan insentif dari pemerintah. “Sesuai dengan arahan walikota, jika sekolah swasta yang tidak ikut program adiwiyata maka, BOP (Biaya Operasional Pendidikan), dan insentifnya akan dihilangkan,” ujar Jamal.
Jamal juga mengaku tidak tahu mengapa sekolah-sekolah swasta ada yang enggan mengikuti program Adiwiyata. Padahal, ujar mantan Sekretaris Dinas Pendidikan ini, mengikuti program Adiwiyata membawa dampak positif untuk sekolah.
Baca Juga: WFH Tiap Jumat Diperpanjang, Insentif Kuartal II Dipersiapkan
“Rata-rata memang sekolah yang tidak eager (bersamangat) untuk mengikuti program Adiwiyata dari sekolah tergolong menengah ke bawah, untuk itu ini nanti akan saya cek dan perlu dilakukan pembinaan,” jelasnya. Untuk diketahui, sekolah swasta yang bersedia mengikuti program Adiwiyata hanya berjumlah 28 dari ratusan sekolah swasta, sementara sekolah negeri mencapai 300. (made)
























