SATELITNEWS.ID, SETU– Nasib Muhammad Falih Akmar sungguh memprihatinkan. Bayi laki-laki usia satu tahun lebih itu harus menjalani hidup dengan kondisi kepala yang terus membesar lantaran mengidap penyakit hydrosefalus. Kedua orang tuanya yang hidup serba kekurangan sudah tak sanggup membiayai pengobatan anak keduanya itu.
Kini, Falih hanya dirawat di rumahnya di Jalan Kelapa Dua RT 5 RW 3, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu. Ibunda Falih, Supriyani (22), hanyalah seorang ibu rumah tangga. Sedangkan sang ayah Septian Prasetya (28) hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Pasangan suami istri (Pasutri) itu merawat Falih dengan kondisi seadanya.
Supriyani menuturkan, dia dan suaminya selama ini hanya bisa memberikan perawatan seadanya kepada anak keduanya itu. Saat merawat Falih, yang paling utama baginya adalah harus memastikan selang oksigen yang terpasang pada Falih masih berfungsi. Selang yang terpasang pada hidung Falih harus diganti secara rutin.
“Kita hanya check up saja seminggu sekali di RSUP Fatmawati. Falih dipasang selang di dalamnya, jadi harus hati-hati banget,” tutur Supriyani, kepada awak media di rumahnya, Rabu (10/2/2021).
Dia juga sangat berhati-hati saat menggendong anaknya itu karena kondisi fisik Falih masih seperti bayi usia beberapa minggu.
Sejauh ini upaya yang bisa dilakukannya hanya pergantian selang secara rutin. Itu pun, mereka harus merogoh kocek yang cukup besar, untuk biaya transportasi bolak balik rumah sakit.
Baca Juga: Megawati Kritisi Makna Merdeka, Sentil Hukum, Tambang hingga BPJS
“Walaupun tidak ada uang, kita bela-belain karena harus rutin, bahkan harus setiap hari. Cuma karena kondisi ekonomi kayak gini, kita izin juga ke dokternya minta solusi. Kata dokternya kalau anaknya perkembangan bagus, ya tidak apa-apa. Yang penting minimal sebulan empat kali. Alhamdulillah kalau ini tercover BPJS, tapi yang lain tidak,” tutur wanita yang akrab disapa Yani ini.
Namun untuk hal-hal yang tidak dicover BPJS, seperti obat-obatan diakuinya banyak yang tidak bisa ia beli. Padahal, obat itu sangat dibutuhkan karena berfungsi untuk memperbaiki syaraf otak sang anak. Namun harganya mencapai ratusan ribu.
“Selebihnya kita disuruh nebus obat di apotek. Ada satu obat yang harusnya disuruh rutin dibeli buat syarafnya. Jadi memang beberapa kali dulu pernah beli, itu bagus banget. Falih langsung membaik,” katanya. (jarkasih)
























