SATELITNEWS.ID, KARANG TENGAH—Entah apa yang merasuki puluhan tukang parkir Kafe Arum Manis di Jalan HOS Cokroaminoto, tepatnya di Simpang Lampu Merah Kecamatan Karang Tengah. Secara membabi buta mereka mengamuk kepada pengendara mobil yang tengah berhenti di bahu jalan, Sabtu (14/02) malam.
Korban yang juga pengendara mobil, Zaenal Abidin mengatakan saat itu dia bersama anak dan istri bencana untuk silaturahmi dengan kawannya. Saat hampir sampai dia pun mengabarkan lokasinya kepada kawan melalui aplikasi pesan singkat.
“Saya foto kan mau ngabarin temen kalau saya lagi di sini. Eh tiba-tiba disamperin sama tukang parkir ramai-ramai. Mobil saya digedor-gedor. Karena saya bawa anak dan istri lalu saya kabur,” ujarnya.
Zaenal yang merasa terancam keselamatannya pun memilih untuk melarikan diri. Namun, puluhan tukang parkir itu pun langsung mengejar Zaenal. Akhirnya Zaenal pun berhenti dan terpaksa meladeninya. “Dia bilang hapus fotonya. Sambil gedor – gedor mobil, saya keluar tapi yang saya takut anak dan istri saya kenapa-napa. Mereka maksa mau bawa itu mobil, kunci sudah diambil cuma saya mempertahankan itu mobil, karena itu barang orang. Di samping itu anak saya udah jejeritan aja,”ujarnya, kemarin.
Cek-cok antara pengendara mobil dan tukang parkir liar pun tak terhindarkan. Bahkan hampir baku hantam, kalau saja tidak ada masyarakat yang melerai. “Ramai saat itu. Hampir kena tonjok tapi ada warga pisahin,” kata Zaenal.
Perasaan Zaenal pun campur aduk, antara kesal dan gusar. Lantaran, dia tidak mengetahui kesalahannya hingga dirundung layaknya pencuri. Terlebih anak dan istrinya menangis ketakutan di dalam mobil. Peristiwa ini pun langsung dilerai oleh masyakarat. Menurut Zaenal, ini hanya salah paham saja. Para tukang parkir liar mengira Zaenal mengambil foto untuk disebarluaskan.
Baca Juga: Pemotor dan Sopir Angkot Cekcok di Jalan Raya Jombang, Videonya Viral
Meski telah ditengahi, Zaenal mengaku kecewa atas aksi premanisme yang dialaminya ini. Dirinya tak berniat untuk melaporkan kejadian ini ke polisi. Kendati, dia berharap polisi dapat menindak tegas setiap aksi premanisme lantaran telah meresahkan.
“Saya berharap kepolisian bisa menindak tegas aksi premanisne ini karena sudah meresahkan. Ini sangat tidak nyaman. Saya berharap polisi bisa menangkap preman itu,” katanya. Aksi premanisme ini pun mengakibatkan kerusakan di bagian mobil Zaenal. “Bumper belakang saya rusak, kaca spion pecah,” katanya.
Kapolsek Ciledug, Kompol Wisnu Wardhana mengaku belum mengetahui peristiwa ini. Lantaran tidak ada laporan soal aksi premanisme tersebut. Namun, dia menegaskan kalau pihaknya akan menindak tegas setiap tindakan premanisme di wilayah hukumnya. “Belum ada aduan dari masyarakat. Tapi kita rutin patroli untuk mengamankan situasi. Terutama menumpas premanisme. Kalau memang benar kejadian akan kita tindak tegas,” pungkasnya. (irfan/made)
























