SATELITNEWS.COM, TIGARAKSA—Kebutuhan gudang yang memadai untuk buffer stock atau stok logistik untuk Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang sudah mendesak. Terlebih dengan kondisi saat ini, dimana bantuan sembako melalui corporate sosial responsibility (CSR) juga banyak diterima oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat mengatakan, setiap tahun Dinas Sosial harus menyiapkan stok logistik untuk bantuan sosial bagi korban bencana alam atapun non alam seperti pandemi Covid-19 saat ini. Terlebih sejak terjadinya pandemi, banyak CSR yang diterima oleh Pemkab Tangerang dalam bentuk sembako.
“Dinas Sosial hingga kini belum mempunyai gudang untuk menyimpan buffer stock, padahal keberadaannya sangat dibutuhkan untuk menyimpan sembako. Semisal menyimpan beras,” ungkap Ujat kepada Satelit News, saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Senin (22/2).
Ujat beralasan, gudang yang memadai juga turut menjaga kualitas stok sembako yang disimpan. “Kalau tempat penyimpanannya tidak representatif, maka dapat berpengaruh terhadap kualitasnya. Seperti beras bisa berkutu, seperti kondisi saat ini. Kami pun harus menjemurnya,” terangnya.
Lanjut Ujat, kebutuhan gudang untuk stok logistik Dinas Sosial juga sudah disampaikannya dihadapan unsur pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang saat Rapat Banmus. “Tadi (kemarin, red), saya sampaikan juga, Dinsos butuh gudang dengan harapan didukung juga oleh DPRD, karena ini sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Ujat menambahkan, persediaan buffer stock di gudang yang ada saat ini adalah sembako 725 paket, beras 4.907 Kg, minyak 987 liter, mie instant 318 dus, biskuit 136 dus dan bihun 6 bal.
Baca Juga: 3 Gudang Terbakar di Kosambi, Petugas Terkendala Pasokan Air
Selain itu kata Ujat, Dinsos juga sudah memberikan bantuan sembako pada Sabtu kemarin ke wilayah banjir di Kecamatan Pasar Kemis sebanyak 100 paket sembako, 300 Kg beras, 10 dus minyak, 20 dus mie instan dan 5 dus biskuit. Adapun untuk dapur umum, bantuan bahan pangan yang diberikan yakni sebanyak 400 Kg beras, 50 dus mie instan dan minyak 15 dus.
“Sesuai dengan arahan pimpinan, Pak Bupati, Pak Wakil Bupati dan Pak Sekda, kami dorong bantuan sembako dan juga kendaraan mobil dapur umum untuk membackup masyarakat di Pasar Kemis, khususnya di Gelam Jaya yang terdampak banjir,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Kholid Ismail mengatakan, pihaknya mendukung penuh usulan Dinas Sosial terkait permintaan gudang untuk buffer stock. Menurutnya, gudang yang representatif sudah harus dimiliki oleh Dinsos saat ini.
“Namun saya menyarankan, sebaiknya membeli langsung gudang-gudang yang sudah ada, dibandingkan membeli lahan lagi baru dibangun. Karena membutuhkan proses cukup lama. Ini mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang membutuhkan penanganan cepat dalam bantuan sosial,” pungkasnya. (aditya)
























