SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG–Misteri mayat tanpa identitas yang ditemukan mengapung di sungai Ciujung, tepatnya di Kampung Kosa, Desa Kolelet Wetan, Kecamatan Rangkasbitung, beberapa hari lalu akhirnya terungkap. Ia adalah Masno (31) warga Kadu Agung Pendey, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tanggerang.
Informasi yang dihimpun, dari Kepala Desa Margasari Ade Maryatno saat mendatangi ruangan jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Rangkasbitung, Kamis (25/2) memastikan sesuai, ciri-ciri pada bagian tubuh dan pakaian yang kenakan jenazah semakin membenarkan bahwa identitas korban merupakan Masno yang merupakan warganya. Masno sendiri, kata Ade telah dilaporkan hilang pergi dari rumahnya yang berada di Tigaraksa sejak Senin (22/02) lalu. “Iya itu benar anggota keluarga kami, Masno. Ia sudah menghilang dari rumah sejak empar hari terakhir,” kata Ade kepada wartawan, kemarin.
Katanya, pertama mengetahui keberadaan dan kondisi Masno yang telah ditemukan meninggal dunia di aliran sungai Ciujung, melalui pemberitaan di sejumlah media. Lantas, ia pun penasaran dengan mayat tersebut dan mengikuti kata hati untuk melihatnya ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung.
“Kami pertama kali tau dari media, bahwa ditemukan mayat dengan ciri-ciri pakaian seperti yang Masno terakhir gunakan,” kata Ade. Selanjutnya, kata Ade, jenazah korban sendiri akan dikebumikan di Tigaraksa. “Ya, karena ini sudah jelas Masno, maka kita langsung bawa untuk segera dikebumikan,” imbuhnya.
Terpisah, Kapolsek Rangkasbitung Ajun Komisaris Polisi (AKP) Malik Abraham mengatakan, dari hasil autopsi pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun bekas luka. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, mayat dalam kondisi pembusukan, dan ditemukan tanda-tanda terendam dalam air,” pungkasnya.(mulyana/made)
























