SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Kisruh isu kudeta di pengurus DPP Partai Demokrat yang bergulir ke arah Kongres Luar Biasa (KLB) memantik sikap kader di Kota Tangerang. Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) menyatakan tetap setia di belakang ketua umum (ketum) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Ketua MPC Partai Demokrat Kota Tangerang Arief R Wismansyah menyatakan tegak lurus mendukung mantan Komandan Yonif Mekanis 203 Arya Kamuning, Jatake itu. “Nggak ada (gejolak), kita mah tegak lurus dukung mas AHY,” ujarnya kepada Satelit News, Kamis, (04/03).
Menurut Arief, DPC Partai Demokrat Kota Tangerang tetap mendukung AHY dan tidak ada yang pecah kongsi ke Moeldoko. Sebab, Moeldoko yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan ini kata Arief juga belum sah menjadi kader partai Demokrat.
“Emang Pak Moeldoko udah Demokrat ? Kalau belum ngapa ditanyain ? Istilahnya kan punya KTA kasarnya gitu ya, orang belum (punya KTA),” tegas Walikota Tangerang ini.
Dia pun menegaskan kondisi DPC Partai Demokrat Kota Tangerang baik-baik saja. “Kasarnya di internal Demokrat baik- baik aja, nggak ada masalah. Kalau urusan partai kita tegak lurus ke mas AHY,” ulangnya.
Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tangerang Baihaki. Sikap ini seolah menegaskan pernyataan sebelumnya yang mengatakan tetap setia dengan AHY. Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Tangerang ini menyatakan, kondisi DPC Partai Demokrat Kota Tangerang seratus persen solid dan menolak terjadinya KLB.
“Kami mendukung AHY dan menolak KLB. Alhamdulilah enggak ada perpecahan. Kita sedari awal soalnya komitmen ke AHY nggak ada tawar-menawar,” jelasnya. Baihaki memandang upaya pelengseran adalah sebuah pengambilan paksa kekuasaan, sehingga sangat tidak dibenarkan.
“Sudah bukan zamannya lagi hal seperti itu. Kenapa nggak bikin partai sendiri. Selama ini kita Demokrat mau berjuang untuk rakyat,” kata dia. “Mengapa dibilang sebagai ancaman padahal kan tidak memang semua partai kan platformnya adalah berkoalisi,” tambah Baihaki.
Baihaki menilai hal tersebut merupakan upaya oknum agar Partai Demokrat dapat berkoalisi ke pimpinan Presiden Jokowi. Lantaran diketahui, Partai Demokrat kerap kali bersinggungan dengan peraturan yang dibuat Presiden Jokowi.
“Ya masyakat kan juga bisa menilai untuk hal itu, kejadian sebelumya kan contoh di partai lain, bukan rahasia umum lagi kan. Orang sudah cerdas karena kalau tidak ada kepentingan buat apa sih melakukan hal ini. Ini kan ada kepentingannya,” katanya.
Dirinya pun menegaskan menolak KLB Partai Demokrat. Sebab, dia menilai AHY merupakan sosok pemimpin yang cerdas, tegas dan rela berjuang untuk rakyat. “Ada kemauan dan political will dari awal sudah ingin berpihak ke rakyat. Saya kira sosok figur yang memiliki karisma seperti AHY ini dalam demokrasi harusnya diberi kesempatan bukan malah dimatikan, bukan dikudeta,” pungkasnya. (irfan/made)
























