SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah menyatakan angka penularan Covid-19 di wilayahnya terus turun. Saat ini, kasus harian penularan sebanyak 30 per hari.
“Data harian kasus Covid-19 di Kota Tangerang kalau kita lihat sudah berada di angka 30 kasus perharinya,”ungkap Arief Wismansyah saat menghadiri acara Rapat Koordinasi terkait Penanganan Covid-19 dan Perkembangan Pelaksanaan PPKM di Kota Tangerang di Ruang Rapat Wali Kota Tangerang, Jumat (5/3).
Lanjut Arief, penurunan terjadi karena kerja sama antara Pemerintah Kota Tangerang bersama TNI, Polri yang terus membantu dalam melakukan penanganan Covid-19 di Kota Tangerang.
“Kami juga terus meningkatkan pengawasan PPKM berskala mikro selain melakukan Operasi Aman Bersama yang dilakukan teman – teman OPD juga telah melaunching Kampung Tangguh Jaya Sigacor di setiap RW dan RT,” ujar Arief.
Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan, penanganan Covid-19 sudah baik. Hal itu ditunjukkan oleh mayoritas wilayah Provinsi Banten sudah memasuki zona kuning. Menurut Gubernur, data yang aktual dan faktual sangat penting untuk mengetahui situasi sebenarnya.
“Layanan kesehatan, sosialisasi dan penegakan protokol kesehatan sudah memadai. Sinkronisasi data penanganan Covid-19 dimaksimalkan,” ungkap Gubernur.
Baca Juga: Bukber dan Padel: Sore Santai Arief Wismansyah Bersama Wartawan Tangerang
“Saya datang ke sini untuk memastikan bagaimana penanganan Covid-19 di sini (Kota Tangerang). Kesehatan sekarang ini menjadi penting dan mahal dari sisi APBD maupun masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan perbincangannya dengan Presiden Joko Widodo, bahwa tahun 2021 ini untuk menyelamatkan masyarakat dari Covid-19. Kegiatan perekonomian mulai berjalan dan belajar tatap muka diharapkan dapat dilakukan secara terbatas mulai bulan Juli 2021.
“Vaksinasi Covid-19 menjadi harapan kita untuk bisa meminimalkan dampak Covid-19,” ungkapnya.
Gubernur mengapresiasi kerja keras jajaran Pemprov Banten, Pemerintah Kabupaten/Kota, TNI, Polri, dan masyarakat sehingga Provinsi Banten memasuki zona kuning. Untuk wilayah yang masih di zona orange, Gubernur menekankan masalah kecepatan dan ketepatan input/ pemasukan data 14 indikator yang digunakan Tim Pakar Satgas Penanggulangan Covid-19 BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Sehingga hasil analisanya sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Dikatakan, hal itu mengacu pada pengalaman Kota Tangerang Selatan yang berada di zona merah. Namun setelah masalah input/ pemasukan data dibenahi, Kota Tangerang Selatan dari zona merah berubah ke zona orange dan kini sudah masuki zona kuning.
“Pengalaman Kota Tangerang Selatan, dari 14 indikator yang digunakan pakar di BNPB, persoalan input data menjadi penting,” tegas Gubernur.
Baca Juga: Soal Pendidikan Gratis, Arief Wismansyah Sebut Political Will Adalah Kunci
“Sinkronisasi saluran informasi satu data menjadi penting. Perlu optimalisasi konsolidasi data pelaporan kegiatan antara Pemerintah Daerah, Polri, dan TNI,” pungkasnya. (gatot)
























