SATELITNEWS.ID, SERANG–Harga cabai disejumlah pasar tradisional di Kabupaten Serang, menembus Rp 120 ribu per kilogram. Naiknya harga kebutuhan pokok tersebut, akibat pasokan di pasaran kurang, lantaran terhalang cuaca buruk.
Petugas monitoring pasar yang juga staf pelaksana Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Diskoperindag) Kabupaten Serang, Andang Sukoyo mengatakan, kenaikan harga cabai kali ini cukup tinggi. Sebab biasanya harga normal cabai, diangka Rp 50-60 ribu per kilogram.
Apalagi katanya, kebutuhan cabai ini masih dipasok dari luar daerah. “Harga cabai Rp 120 per Kg ini sangat tinggi. Yang rawit ijo, malah naik juga. Tanggal 1 Maret saja sudah Rp 110 ribu, 1 Februari masih diangka Rp 80 ribu per kilogram,” kata Andang, Selasa (9/3).
Andang mengaku, dirinya rutin melakukan monitoring harga kebutuhan pokok kebeberapa pasar di Kabupaten Serang. Menurutnya, berdasarkan informasi, kenaikan itu terjadi karena faktor cuaca. Sehingga, pasokan ke Kabupaten Serang kurang.
“Saya lakukan pemantauan di Pasar Baros dan Petir, pemantauan dilakukan setiap satu minggu dua kali,” ujarnya.
Disinggung mengenai upaya Diskoperindag Kabupaten Serang, untuk menekan harga tersebut, Andang mengaku, pihaknya tak bisa berbuat banyak. “Paling kita nunggu kiriman dari luar, soalnya kalau dari lokal nggak ada. Kebanyakan belanja dari Pasar Rau, Kota Serang dan Rau dari Tanah Tinggi,” ujarnya.
Sementara, berdasarkan laporan Diskoperindag hingga Selasa (9/3), harga cabai merah kriting Rp 60 ribu per kilogram, cabai merah besar biasa Rp 50 ribu per kilogram, rawit hijau Rp 70 ribu per kilogram dan rawit merah Rp 120 ribu per kilogram. (sidik/mardiana)