SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Nelayan asal Kampung Margahayu RT. 02/05 Desa Sikadame, Kecamatan Pagelaran, bernama Udin Nurdin (49), hilang ditelan ombak. Saat perjalanan pulang di perairan laut Pulau Badul wilayah Kecamatan Sumur, Rabu (10/3) lalu sekitar pukul 07.00 WIB.
Udin diketahui sedang berjuang demi mendapatkan uang agar bisa menghadiri dan membawakan ikan segar untuk pernikahan anaknya pada tanggal 14 Maret 2021 mendatang.
Hingga Kamis (11/3) kemarin, nelayan itu belum diketemukan dan masih dalam proses pencarian oleh para pihak yakni, Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Banten, Polsek Sumur, Koramil Sumur, Polair Polres Pandeglang, BPBD Kabupaten Pandeglang, HNSI Sumur dan masyarakat.
Salah seorang saksi mata yang seperahu bersama korban, warga Kampung Ketapang RT/RW 003/004, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Alamsyah (28) mengatakan, bahwa korban yang mencari ikan bersamanya itu baru berjalan dua minggu ikut dengannya.
“Pak Udin (korban) baru dua minggu ikut sama saya. Tadinya sama saudara saya, karena disana banyakan akhirnya ikut sama saya,” kata Alamsyah, Kamis (11/3).
Sebelumnya kata dia, korban sudah diberi peringatan olehnya agar libur dulu mencari ikan, karena kondisi cuaca sedang ekstrim dan ikan tak banyak di lautan. Namun karena mendapat kabar dari nelayan lainnya kondisi banyak ikan, ditambah korban ada kebutuhan untuk pernikahan anaknya, sehingga memaksakan diri untuk melaut mencari ikan.
Baca Juga: 425 Ekor Ayam Petelur Milik BUMDes di Lebak Hanyut, Hanya Sisakan Puing
“Sebetulnya sudah saya suruh libur dulu nyari ikannya, karena cuacanya sedang ekstrim dan saya juga sedang sibuk di sawah. Namun karena kata Kak Udin, nelayan yang lainnya ada yang dapat ikan banyak. Ditambah dia (korban) sedang tak punya uang dan butuh ikan untuk pernikahan anaknya,” jelasnya.
Pemilik perahu ini juga menceritakan percakapannya bersama korban sebelum berangkat melaut untuk mencari ikan. “Katanya begini, saya (Udin) sedang butuh uang, tanggal 14 Maret 2021 mau ada pernikahan anak saya. Saya pengen hadir dan pengen bawa ikan kesana. Selain itu, korban juga mengungkapkan lagi butuh modal dan uang untuk sewa mobil ke pernikahan anaknya tersebut,” jelasnya.
Dari keluhannya itulah, Alamsyah mau menemani Udin untuk mencari ikan. Namun nasib naas telah menimpa Udin. Saat hendak pulang selesai mencari ikan untuk dijual dan untuk pernikahan anaknya tersebut, Udin diketahui tejatuh dan langsung ditelan ombak besar.
“Kak Udin itu sama saya satu perahu, nah pas ngejaring ikan sudah beres kami hendak bergegas pulang. Kan cuaca itu (ekstrim) ombaknya besar, Kak Udin itu di depan, saya itu pegang kemudi di belakang. Pas saya nunduk ngambil dan nyalain rokok, dan saya liat kedepan Kak Udin sudah tidak ada dan liat ke belakang sekitar 10 meter sedang melambaikan tangan mencoba menyelamatkan diri,” jelasnya.
Ia pun mengaku sempat putar balik untuk menyelamatkan korban. Namun cuaca dan ombak besar membuat lambat dirinya menolongnya.
“Karena angin kecang dan ombak besar, saya muter baliknya lambat dan perahu tambah jauh. Pas saya nyampe, tangannya sudah tidak ada, dan saya muter-muter di situ mencari. Bahkan saya ditolongin nelayan lainnya, tetap tak ditemukan,” tandasnya.
Baca Juga: Tanah Longsor Timpa Dua Rumah Warga Mandalawangi Pandeglang
Kepala Basarnas Banten, Muhammad Zaenal Arifin membenarkan, kejadian tersebut. Bahkan katanya pada saat mendapatkan informasi, ia langsung menerjunkan personel serta peralatan untuk mencari nelayan tersebut.
“Dari kemarin (Rabu) kami lakukan pencarian, hingga saat ini juga kami lakukan pencarian. Namun hingga saat ini hasilnya masih nihil,” pungkasnya. (nipal/aditya)
























