SATELITNEWS.ID, CIMARGA—Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) dari Markas Besar (Mabes) TNI, Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto, beserta jajarannya meninjau lokasi kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-110 di Kecamatan Cimarga, Kamis (18/3). Ia menyebut, dilaksanakan di Cimarga sudah tepat sasaran, lantaran akses jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat.
Peninjauan tersebut dilakukan guna mengetahui progres pelaksanaan kegiatan yang diharapkan bisa menumbuhkembangkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di kecamatan setempat. Oleh karenanya, hasil evaluasi ia menyebut sudah sangat tepat.
“Hasil evaluasi secara tutorial ini kegiatan TMMD di Cimarga ini cukup tepat sasaran, karena akses jalan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto, kemarin.
Untuk pengerjaan mulai dari pembukaan serta pemerataan pembangunan jalan pedesaan yang menghubungkan Desa Gununganten dengan Jayasari, dengan panjang enam kilometer dan lebar delapan meter ini, Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto mangatakan, sudah mencapai 90 persen. “Hasilnya sudah mencapai 90 persen, ya sedikit lagi tinggal gorong-gorong nya saja,” katanya.
Selain Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto, peninjauan juga dilakukan bersama Paban 5 Bakti TNI AL Spotmar Mabesal Kol Laut (P) Desmon Hermono Kusumo, Analis Kebijakan Bidang Potensi Pertahanan di Daerah Dit Bela Negara Kol Inf Frisky Yusup Suatan, Analis Kebijakan Muda Bidang Ekonomi Dit Bela Negara Bidang Pothan Kemhan Letkol CPL Jeckson Blymbing.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Danrem 064 Maulana Yusuf, Brigjen TNI Gumuruh Winardjatmiko, Dandim 0603 Lebak, Letkol Inf Nur Wahyudi, serta pejabat tinggi dari kepolisian Lebak. “Sudah kita lihat progresnya cukup baik, mulai dari pembangunan jalan pedesaan maupun program non fisik lainnya,” tandasnya.
Baca Juga: Patroli Keamanan Wilayah Banten, 70 Personel Gabungan Diterjunkan
Dandim 0603 Lebak, Letkol Inf Nur Wahyudi menambahkan, pengerjaan jalan pedesaan ini terpantau lancar walaupun sempat ada guyuran hujan. Namun, semangat anggota serta masyarakat setempat pengerjaan bisa terus dilakukan. “Untuk jalan tinggal pengerasan batu, sementara kegiatan non fisik masih dalam pengerjaan. Kita harapkan bisa selesai sesuai waktu yang ditentukan,” pungkasnya.(mulyana/made)
























