Senin, 7 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Hasil Survei SMRC, 31 Persen Warga Banten Enggan Divaksin Covid-19

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Rabu, 24 Mar 2021 11:25 WIB
Rubrik Banten Region, Headline, Pemprov Banten
Hasil Survei SMRC, 31 Persen Warga Banten Enggan Divaksin Covid-19

ILUSTRASI: Seorang pedagang di Kota Tangerang mengikuti vaksinasi beberapa waktu lalu. (DEDE KURNIAWAN/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, SERANG–Sebanyak 31 persen warga Banten menolak untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. 42 persen warga bersedia divaksin sedangkan 25 persen lainnya masih pikir-pikir. Fakta itu terungkap dalam rilis hasil survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Selasa (23/3).

Warga Banten masuk dalam tiga besar yang menolak vaksinasi di pulau Jawa. Urutan pertama adalah DKI Jakarta yang kemudian diikuti Jawa Timur di urutan kedua. Hasil survei SMRC menyebutkan, persentase warga DKI Jakarta yang menolak untuk divaksin Covid-19 sebanyak 33 persen sedangkan Jawa Timur 32 persen. Sementara persentase terendah penolakan untuk divaksin ditemukan di Jawa Tengah (20%).

“Ini temuan yang mengkhawatirkan, mengingat DKI adalah daerah yang yang memiliki tingkat penyebaran Covid-19 tertinggi di Indonesia,” kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani dalam rilis survei nasional SMRC “Satu Tahun Covid-19: Sikap dan Perilaku Warga terhadap Vaksin” yang dilakukan secara daring, Selasa (23/3).

Survei yang mencakup semua provinsi di Indonesia itu dilakukan pada 28 Februari 2021 sampai 8 Maret 2021 dengan metode wawancara tatap muka. Survei melibatkan 1.220 responden yang dipilih secara acak, dengan margin of error 3,07 persen.

Menurut Deni, tingginya tingkat penolakan terhadap vaksin Covid-19  tampak sejalan dengan persepsi tentang keamanan vaksin. Di DKI Jakarta, sebagaimana juga di Sumatera, persentase warga yang tidak percaya bahwa vaksin dari pemerintah aman mencapai 31 persen. Di sisi lain, hanya 19 persen warga Jawa Tengah yang tidak percaya vaksin dari pemerintah aman.

Secara nasional, persentase warga warga laki-laki yang menyatakan tidak bersedia divaksinasi ada sebanyak 33 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari perempuan, yakni sebanyak 26 persen.

Baca Juga: Kepuasan Terhadap Pemerintahan Prabowo Tinggi, Ekonomi Masih PR

Persentase warga berusia di bawah 25 tahun yang menyatakan tidak bersedia divaksin (37%), lebih tinggi dari kelompok usia 26-40 tahun (28%), 41-55 tahun (23%), dan lebih dari 55 tahun (33%).

Persentase warga yang berpendidikan maksimal SD yang menyatakan tidak bersedia divaksinasi (34%), lebih tinggi dibandingkan kelompok berpendidikan tertinggi SMP (26%), SMA (29%), dan lebih dari SMA (26%).

BeritaTerbaru

APEL SIAGA GABUNGAN - Menyikapi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, yang menyebabkan sebaran abu vulkanik, Pemkab, Forkopimda dan jajaran unsur terkait lainnya, menggelar apel siaga gabungan, Senin (7/9/2026). (ISTIMEWA)

Kodim 0601/Pandeglang Siagakan Personel guna Antisipasi Dampak Erupsi GAK

Senin, 7 Sep 2026 10:26 WIB
Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Tangerang Terapkan PJJ Mulai Hari Ini

Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Tangerang Terapkan PJJ Mulai Hari Ini

Senin, 7 Sep 2026 08:13 WIB
BAGIKAN MASKER -- Personel TNI dan petugas Puskesmas Pagadungan, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, bagikan masker, Minggu (6/9/2026). (ISTIMEWA)

Bagikan 1.000 Masker, Personel Koramil 0102/Cadasari Pandeglang Minta Masyarakat Tak Panik

Minggu, 6 Sep 2026 21:36 WIB
Gubernur Banten Andra Soni, meninjau aktivitas GAK di PVMBG, Minggu (6/9/2026). (ISTIMEWA)

Pemprov Banten Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Minggu, 6 Sep 2026 21:14 WIB

Bila dilihat etnisitas, persentase terbesar etnik warga yang tidak mau divaksin adalah Madura (58%) dan Minang (43%). Sedangkan yang paling tinggi persentase bersedia divaksin adalah Batak (57%) dan Jawa (56%). Kemudian jika dilihat dari sisi agama, persentase warga muslim yang tidak bersedia divaksin (31%), lebih tinggi dari non-muslim (19%).

Hasil survei nasional tersebut menunjukkan hanya 46 persen warga yang secara tegas menyatakan bersedia melakukan vaksinasi Covid-19. Sementara itu sekitar 28 persen menyatakan tidak mau divaksin dan ada 23 persen yang menyatakan masih ragu.

“Hanya ada sebanyak 46 persen warga yang secara tegas menyatakan bersedia melakukan vaksinasi Covid-19. Ini temuan yang perlu mendapat perhatian serius,” kata Deni Irvani.

Menurutnya, bila pencegahan penyebaran Covid-19 hendak dicapai secara efektif, maka sedikitnya diperlukan minimal 70 persen warga yang memiliki kekebalan tubuh terhadap virus Corona. Artinya, hanya bila angka 70 persen tercapai maka Indonesia akan memiliki herd immunity yang diperlukan untuk menghentikan pandemi Covid-19.

Baca Juga: KPK: SPI 2025 Naik, Tapi Masih Rentan

Dikatakan Deni, terdapat sejumlah faktor yang mungkin mempengaruhi kesediaan seseorang untuk divaksin. Pertama, soal keyakinan bahwa vaksin aman.

Survei menunjukkan ada sebanyak 64 persen warga yang percaya bahwa vaksin aman bersedia untuk divaksin. Sementara hanya ada 16 persen warga yang percaya vaksin aman bersedia untuk divaksin.

Kedua, pengaruh dari adanya kampanye menolak vaksin. Sekitar 35 persen warga yang pernah mendapat ajakan untuk menolak vaksin menyatakan bersedia divaksin, sementara 47 persen warga yang tidak pernah mendapat ajakan menolak vaksin bersedia divaksin.

Ketiga, rasa kekhawatiran atau ketakutan akan penularan Covid-19. Survei menemukan bahwa 59 persen warga yang menyatakan sangat takut tertular vaksin menyatakan bersedia divaksin, sementara hanya 38 persen warga yang menyatakan tidak takut tertular Corona menyatakan bersedia divaksin.

Keempat, persepsi tentang masih terus bertambahnya kasus penularan Covid-19. Survei menemukan bahwa 52 persen warga yang percaya jumlah terinfeksi Covid-19 semakin banyak menyatakan bersedia divaksin, sementara hanya 39 persen warga yang tidak percaya jumlah terinfeksi Covid-19 semakin banyak menyatakan bersedia divaksin.

“Agar kebijakan vaksinasi ini berjalan efektif, pemerintah perlu melaksanakan serangkaian langkah. Pemerintah perlu melawan kampanye anti vaksin, meyakinkan rakyat bahwa vaksin aman, meyakinkan publik bahwa bahwa pandemi belum berakhir,” ucapnya.

Terkait vaksin, Menteri Kesehatan RI Budi Sadikin Gunadi menyatakan Indonesia sudah mendapatkan 360 juta lebih dosis vaksinasi sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 di Tanah Air.

’’Alhamdulillah kita bisa dapat dosis vaksinasi untuk 181,5 juta rakyat Indonesia. Karena satu orang dua dosis maka 360 juta lebih dosis sudah didapat,” ujarnya di sela memantau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk ratusan kiai di Kantor Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Surabaya, Selasa (23/3).

Budi menjelaskan vaksinasi di dunia diharapkan dapat mencapai 70 persen kekebalan komunal dari jumlah 7,8 miliar manusia, atau artinya ada 5,5 miliar dosis atau sekitar 11 miliar dosis yang sangat dibutuhkan dengan cepat.

Terdapat empat jenis vaksin yang diperoleh Indonesia, yaitu Sinovac, AstraZeneca, Novavac, dan Pfizer dan diharapkan tuntas pelaksanaan vaksinasinya dalam kurun waktu 12 bulan. ’’Kapasitas produksi vaksin di dunia sekitar 3-4 miliar. Jadi, ketika dapat maka tidak bisa memilih, sebab istilahnya kita rebutan seluruh dunia,’’ ucapnya. (jpg/gatot)

Tags: penolakansurveivaksinasi covid-19
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

SELFI : Gubernur Banten Andra Soni bersama dengan generasi muda pencari kerja, selfi di BBPVP, beberapa waktu lalu. Program pemagangan kerja yang digagas Pemerintah Pusat, untuk mengatasi TPT minim peminat. (ISTIMEWA)
Banten Region

Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar

Minggu, 6 Sep 2026 20:21 WIB
Galang Donasi dari Lebak untuk Korban Gempa NTT
Banten Region

Galang Donasi dari Lebak untuk Korban Gempa NTT

Minggu, 6 Sep 2026 20:17 WIB
Kepala Dindikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto. (ISTIMEWA)
Banten Region

Erupsi GAK Terus Meningkat, Sekolah di Pandeglang Berlakukan BDR

Minggu, 6 Sep 2026 20:14 WIB
BERSIHKAN ABU -- Seorang warga di Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, sedang membersihkan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026). (MARDIANA/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Abu Vulkanik Erupsi GAK Hujani Pandeglang, Bupati Dewi: Gunakan Masker dan Kacamata

Minggu, 6 Sep 2026 20:10 WIB
TPS Liar Cirabit Lebak Dibersihkan
Banten Region

TPS Liar Cirabit Lebak Dibersihkan

Minggu, 6 Sep 2026 20:05 WIB
BAGIKAN MASKER - Tim Nakes dan pegawai Puskesmas Labuan bersama relawan, membagikan masker kepada pengendara yang melintas, Minggu (6/9/2026). (ISTIMEWA)
Banten Region

Petugas Puskesmas Labuan Pandeglang Bagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 20:04 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setda Kabupaten Serang, Anton Hermawanto. (ISTIMEWA)

Bagian Hukum Kabupaten Serang Tangani Tiga Perkara Aset

Kamis, 3 Sep 2026 14:23 WIB
SUNGAI CIUJUNG : Kali Ciujung di Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan, mulai surut karena kemarau. Baru-baru ini, aliran Sungai Ciujung di Kabupaten Serang, berubah menjadi hitam karena dampak pembuangan limbah. (ISTIMEWA)

32 Perusahaan Di Banten Berstatus Tidak Taat Lingkungan

Senin, 31 Agu 2026 13:42 WIB
DLH Tangsel Gelar Uji Emisi Gratis, Targetkan 500 Kendaraan Per Hari

DLH Tangsel Gelar Uji Emisi Gratis, Targetkan 500 Kendaraan Per Hari

Selasa, 1 Sep 2026 18:03 WIB
Inter Milan Lanjutkan Tren Positif, Bungkam Napoli

Inter Milan Lanjutkan Tren Positif, Bungkam Napoli

Minggu, 6 Sep 2026 17:14 WIB
Al Nassr Telan Kekalahan Pertama

Al Nassr Telan Kekalahan Pertama

Minggu, 6 Sep 2026 17:17 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.