Rabu, 20 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

KPK: SPI 2025 Naik, Tapi Masih Rentan

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Rabu, 10 Des 2025 06:47 WIB
Rubrik Nasional
Ketua KPK Setyo Budiyanto (tengah) bersama empat Wakil Ketua KPK, yakni (kiri-kanan) Johanis Tanak, Agus Joko Pramono, Fitroh Rohcahyanto, dan Ibnu Basuki Widodo mengumumkan skor Survei Penilaian Integritas 2025, di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (9/12/2025). (ISTIMEWA)

Ketua KPK Setyo Budiyanto (tengah) bersama empat Wakil Ketua KPK, yakni (kiri-kanan) Johanis Tanak, Agus Joko Pramono, Fitroh Rohcahyanto, dan Ibnu Basuki Widodo mengumumkan skor Survei Penilaian Integritas 2025, di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (9/12/2025). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, YOGYAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya praktik pengondisian dalam proses pengisian Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 yang dilakukan sejumlah instansi pemerintah daerah. Sementara itu, meski SPI nasional 2025 mencapai 72,32, naik sekitar 0,8–0,9 poin, skor tersebut masih berada pada kategori rentan.

“Masih ada daerah yang melakukan pengondisian atau akal-akalan terkait pengisian survei,” ujar Ketua KPK, Setyo Budianto, saat memaparkan hasil SPI dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Dunia (Hakordia) 2025 di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (9/12).

Setyo menyatakan bahwa tim KPK menemukan pola jawaban responden yang menunjukkan indikasi rekayasa untuk meningkatkan skor integritas suatu
instansi. Pola tersebut tampak dari jawaban ratusan responden yang nyaris identik, padahal responden berasal dari unit dan jabatan yang berbeda.
Namun, Setyo enggan menyebutkan nama daerah yang dimaksud.

Menurut KPK, indikasi itu ditemukan melalui mekanisme verifikasi berlapis. Data survei awal dibandingkan dengan dokumen administrasi yang dikirimkan instansi, kemudian diuji kembali melalui kunjungan lapangan atau uji petik.

Ketidaksesuaian antara dokumen, jawaban survei, dan kondisi nyata menjadi salah satu penanda adanya pengondisian. “Kami bandingkan antara jawaban, dokumen, dan situasi riil. Dari situ terlihat mana yang tidak konsisten,” kata Setyo.

Setyo menegaskan bahwa KPK tidak akan menolerir manipulasi dalam pengisian survei. “Tidak ada yang bisa memperbaiki skor dengan rekayasa. Yang menentukan adalah kondisi nyata dan data objektif,” ujarnya.

BeritaTerbaru

IMG_20260516_181130

Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Begal dengan Tembakan Terukur

Sabtu, 16 Mei 2026 18:16 WIB
IMG_20260516_141130

WNA Diisolasi di RSPI, Pemerintah: Hantavirus Tak Mudah Menular

Sabtu, 16 Mei 2026 14:14 WIB
Target 226 Titik Koperasi Desa Merah Putih di Lebak Tuntas Juli

Prabowo Resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih Usai Hadiri Peresmian Museum Marsinah

Sabtu, 16 Mei 2026 11:21 WIB
Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 5,6 Triliun

Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 5,6 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 08:19 WIB

SPI 2025 sendiri mengandalkan pendekatan multi-responden. Survei ini melibatkan tiga kelompok utama: pegawai internal instansi, para ahli, dan pihak eksternal seperti pengguna layanan publik, auditor, dan aparat penegak hukum.

Dari ketiga kelompok itu, KPK mengidentifikasi keseragaman jawaban yang dianggap tidak lazim. Setyo menilai bahwa dengan instrumen analisis yang tersedia, pola akal-akalan dapat terdeteksi secara cepat. “Dengan alat yang kami miliki, ketidakwajaran itu terlihat jelas,” ujarnya.
Skor SPI nasional 2025 mencapai 72,32, naik sekitar 0,8–0,9 poin dari skor 71,53 pada tahun 2024. Meski mencatat kenaikan, Setyo menegaskan bahwa skor tersebut masih berada pada kategori rentan.

Ia memberi contoh Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang meraih skor 79,4, serta sejumlah kementerian dan lembaga yang mencatat skor di atas 80. Namun, capaian tersebut belum cukup menggambarkan situasi nasional secara keseluruhan.

Menurut Setyo, kenaikan skor tidak bisa diartikan sebagai perbaikan yang signifikan. Ia mengingatkan bahwa skor SPI tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi pelengkap Corruption Perceptions Index (CPI) atau Indeks Persepsi Korupsi. Kedua indikator tersebut menggambarkan kondisi integritas birokrasi dan kerentanan korupsi yang masih terjadi di berbagai sektor layanan publik.

“Skor ini bukan sekadar angka. Ia menunjukkan masih adanya perilaku korupsi di banyak instansi,” kata Setyo.

KPK meminta seluruh kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota menelaah kembali hasil SPI masing-masing. Setyo menekankan bahwa instansi perlu menugaskan inspektorat untuk memeriksa area-area yang memperoleh skor rendah.

Proses ini dapat dilakukan melalui koordinasi dengan KPK, khususnya dengan Kedeputian Pencegahan dan Monitoring. Fokus evaluasi meliputi risiko gratifikasi, suap, konflik kepentingan, serta efektivitas pengawasan internal. “Semua risikonya bisa ditelaah secara rinci berdasarkan hasil survei,” ujarnya.

Plt Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminuddin, menambahkan bahwa SPI 2025 dilaksanakan pada 1 Agustus–31 Oktober 2025. Tahun ini, survei melibatkan 657 instansi dengan total 837.693 responden, yang terdiri dari unsur internal instansi, pengguna layanan, ahli, dan pemangku kepentingan lainnya. Jumlah ini meningkat dari 604 instansi pada SPI 2024.

Aminuddin menekankan bahwa metode survei memungkinkan KPK mendeteksi ketidakwajaran secara sistematis. Selain memeriksa pola jawaban, KPK juga menguji konsistensi data dengan dokumen dan kondisi lapangan. “Setiap ketidaksesuaian dapat ditemukan melalui proses verifikasi,” katanya.
KPK menilai SPI sebagai instrumen penting untuk memetakan potensi kerawanan korupsi. Melalui survei ini, instansi diharapkan mampu mengidentifikasi masalah integritas yang masih terjadi. (rmg/xan)

Tags: Komisi Pemberantasan Korupsikpksurvei
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Andrie Yunus Tolak Oditur Militer
Nasional

Andrie Yunus Tolak Oditur Militer

Selasa, 12 Mei 2026 20:12 WIB
Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG
Nasional

Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG

Selasa, 12 Mei 2026 20:09 WIB
Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari
Nasional

Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari

Sabtu, 9 Mei 2026 07:44 WIB
Guru Honorer Dihapus Akhir 2026, DPR: Operasional Sekolah Jangan Terganggu
Edukasi

Guru Honorer Dihapus Akhir 2026, DPR: Operasional Sekolah Jangan Terganggu

Sabtu, 9 Mei 2026 07:36 WIB
370930
Edukasi

Geruduk DPRD Kabupaten Tangerang, Warga Tolak Kenaikan BBM Non Subsidi

Jumat, 8 Mei 2026 12:59 WIB
jamaah haji indonesia fase kedua tiba
Nasional

12 Jamaah Haji Indonesia Wafat

Jumat, 8 Mei 2026 12:53 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Prakiraan Cuaca Sepekan, BPBD Kota Tangerang: Siapkan Payung

Prakiraan Cuaca Sepekan, BPBD Kota Tangerang: Siapkan Payung

Senin, 18 Mei 2026 15:03 WIB
Salahsatu pengantar jamaah haji, yang tidak kuasa menahan tangis saat saudaranya berangkat menunaikan rukun Islam ke lima, di Pendopo Pemkab Lebak, Kamis (14/5/2026) malam. (MULYANA/SATELITNEWS.COM)

Tangis Haru Pecah di Pendopo Lebak Saat Ratusan Calon Haji Dilepas ke Tanah Suci

Jumat, 15 Mei 2026 09:25 WIB
Wakil Ketua DPRD Banten Eko Susilo. (ISTIMEWA)

DPRD Minta Pemprov Matangkan Kenaikan Pajak MBLB, Agar PAD Bertambah

Senin, 18 Mei 2026 17:00 WIB
Inter Sandingkan Dua Gelar Juara di Italia

Inter Sandingkan Dua Gelar Juara di Italia

Kamis, 14 Mei 2026 08:09 WIB
Bendungan Polor Hambat Debit Air, DPUPR Kota Tangerang Dukung Rencana Evaluasi

Bendungan Polor Hambat Debit Air, DPUPR Kota Tangerang Dukung Rencana Evaluasi

Kamis, 14 Mei 2026 12:13 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.