SATELITNEWS.ID, SERANG–Pembangunan Long Storage di Sungai Ciujung Lama, menuai protes dari berbagai kalangan masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di Bantaran Sungai Ciujung Lama (Kali Mati). Karena pembangunan yang memasuki tahap II ini, dianggap tidak sesuai dengan perencanaan awal.
Yang semula hanya menormalisasi Kali Mati, sampai berujung kepada pembangunan Intake atau saluran pengambilan air dari sumber air Ciujung Lama (Kali Jongjing).
Ketua Bidang Etika Lingkungan Hidup Ciujung Institute (CI), Ahmad Muhajir mengatakan, pihaknya sangat setuju dan akan terus mendukung untuk kegiatan normalisasi Sungai tersebut. Namun menurutnya, kalau untuk pembangunan Saluran Penampungan Air Baku yang menghubungkan antar Sungai Ciujung Baru (Kali Jongjing) yang sudah tercemar Limbah ke Sungai Ciujung Lama (Kali Mati), ini yang akan menjadi masalah baru bagi warga yang tinggal dibantaran Sungai.
“Kalau CI sangat setuju dan akan terus mendukung normalisasi Sungai,” kata Muhajir, Jumat (26/3).
Untuk diketahui katanya, Sungai Ciujung Lama yang masih terjaga kualitas Airnya merupakan satu-satunya sungai yang menjadi harapan terakhir masyarakat Serang Utara. “Bila Air Sungai Ciujung Baru yang terkontaminasi limbah industry, lalu masuk ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciujung Lama (Kali Mati) Pontang, Tirtayasa, dan Lebak Wangi, tentu akan menjadi malapetaka baru bagi seluruh masyarakat yang tinggal di Bantaran Sungai,” tambahnya.
Senada dikatakan Saefullah. Menurutnya, sejak awal ia mengawal penuh project normalisasi ini, karena ini tentang hajat banyak masyarakat serang utara. “Pada dasarnya kami mendukung Normalisasi Sungai Ciujung Lama.Tak terbantahkan bahwa air adalah komponen paling mendasar dan esensial bagi kehidupan dan makhluk hidup lainnya,” ujarnya.
Namun kata dia, memasuki tahap ke II normalisasi dirinya mendapati pembangunan yang tidak sesuai dengan konsepsi awal Long Storage. Dimana terdapat pembangunan Intake/sodetan yang bersumber dari Sungai Limbah Ciujung Baru.
“Secara tegas kami menolak dan menghentikan Pembangunan Sodetan Ciujung Baru. Jangan Kotori Ciujung Lama. Selamatkan Ciujung Lama,” imbuhnya. (sidik/mardiana)