SATELITNEWS.ID, TANGSEL—Industri ekonomi kreatif adalah industri yang mendapat dampak besar dari hadirnya pandemi Covid-19. Padahal, industri ini merupakan salah satu industri yang menyumbang banyak pada perekonomian Indonesia.
Kontribusi subsektor ekonomi kreatif pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai Rp 1.211 triliun (Kemenparekraf, 2021). Hal ini menjadi tantangan tersendiri tidak hanya bagi para pelaku industri ekonomi kreatif, namun juga pemerintah untuk mempertahankan keberhasilan dalam industri.
Juru Bicara Kemenparekraf Prabu Revolusi menyatakan, perhatian Kemenparekraf saat ini adalah untuk memastikan semua pelaku industri memahami protokol kesehatan juga terus beradaptasi dengan keadaan hingga saat vaksin telah dapat diakses. Ia juga menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 memang memiliki dampak besar pada industri ekonomi kreatif, contohnya pada kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).
Revolusi juga menyatakan bahwa pelaku industri ekonomi kreatif yang akan tetap bertahan adalah mereka yang dapat beradaptasi dengan dunia digital.
Creart EO, event organizer company di bawah naungan PT. Semesta Muda Berkarya adalah salah satu pelaku industri ekonomi kreatif yang telah menerapkan adaptasi digital pada berbagai kegiatan yang digarap. Tidak hanya kegiatan MICE yang seringkali dilaksanakan penuh secara virtual maupun hybrid, Creart EO juga telah merambah pada lingkup pentas seni virtual.
“Industri perekonomian kreatif adalah industri yang pertama kali terdampak oleh pandemi Covid-19 dan akan paling akhir kembali normal, jadi sangat penting bagi kami untuk cepat beradaptasi dengan keadaan ini, salah satunya melalui adaptasi dengan dunia digital,” jelas Direktur Utama PT Semesta Muda Berkarya, Rifqi Kusnadi.
Pada Sabtu (10/4) lalu, Creart EO baru saja selesai menggarap pentas seni virtual Wonderkind Festival bersama Yayasan Darul Quran Mulia. Pentas seni ini ditayangkan secara live melalui YouTube.
Khansa Marsa, selaku program manager dari kegiatan ini menyampaikan bahwa dalam menjalankan kegiatan, pihak Creart EO tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai dengan pedoman, pencegahan, dan pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan. “Penerapannya melalui penggunaan masker, sarung tangan, dan face shield oleh seluruh crew Creart EO juga pelaksanaan swab sebelum kegiatan berlangsung,” kata Khansa.
Menurut Khansa, virtual event seperti pentas seni virtual ini merupakan bentuk dari optimisme para pelaku industri ekonomi kreatif. “Kami juga berharap agar kondisi bisa semakin membaik sehingga pelaku ekonomi kreatif dapat berkarya dengan maksimal seperti sedia kala,” pungkasnya. (rls/dm)