SATELITNEWS.ID, TIGARAKSA—Untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas di wilayah Kabupaten Tangerang, Polreta Tangerang akan tingkatkan patroli dengan menggelar Pos senja, Pos mata, Pos jatidiri dan Pos pisang susu.
Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, pihaknya melakukan pengarahan kepada para kapolsek jajaran melalui media zoom meeting untuk meningkatkan patroli di Bulan Ramadan. Katanya, hal itu berdasarkan perintah dari Kapolda Banten dalam mengantisipasi tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Kota Tangerang.
“Sebagaimana arahan Pak Kapolda, tetap laksanakan kegiatan patroli di masing-masing wilayah, terutama pada jam-jam dan lokasi yang rawan. Kegiatan itu untuk mengantisipasi Curat, Curas dan Curanmor, aksi balap liar, aksi geng motor, dan tawuran antar kelompok masyarakat,” kata Wahyu kepada Satelit News, Selasa (20/4).
Selain mengantisipasi adanya tindak kriminal, ditingkatkannya patroli juga berupaya untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan masyarakat di masa pandemi Covid-19.
“Selain untuk menekan potensi gangguan Kamtibmas, patroli juga untuk mendiskusikan masyarakat agar tidak berkerumun, agar tidak melanggar protokol kesehatan,” ujarnya.
Wahyu juga memerintahkan untuk dilaksanakannya razia petasan dan razia minuman keras. Pasalnya, petasan, kembang api, dan minuman keras berpotensi menjadi pemicu munculnya gangguan Kamtibmas. “Sebagai bentuk antisipasi, razia harus ditingkatkan,” kata Wahyu.
Baca Juga: Cegah Balap Liar di Puspemkab Tangerang, Polisi Amankan Empat Motor
Wahyu juga meminta seluruh jajaran untuk aktif memberikan edukasi dan imbauan mengenai larangan mudik. Dalam setiap kegiatan, harus disampaikan kepada masyarakat mengenai regulasi larangan mudik.
“Sampaikan ke masyarakat dengan santun, bahwa larangan mudik bertujuan baik yakni mencegah penyebaran Covid-19 sehingga pendemi segera berakhir,” pungkasnya.
Wahyu juga meminta kepada masyarakat, untuk menekankan pentingnya meningkatkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling). Kata dia, Siskamling, dapat menjadi basis antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. “Giatkan atau gerakkan kembali Siskamling,” pungkasnya. (alfian/aditya)
























