SATELITNEWS.ID, CURUG—Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Tangerang tetap berusaha menjadi sekolah “hijau”meski tak memiliki lahan yang luas. Madrasah yang berlokasi di Jalan Veteran, Bitung Jaya, Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang itu kini sedang membidik predikat adiwiyata tingkat nasional.
MIN 1 Tangerang merupakan salah satu sekolah adiwiyata di bawah binaan SMPN 1 Kelapa Dua Kabupaten Tangerang. Madrasah ini telah berhasil meraih piagam adiwiyata tingkat kabupaten pada tahun 2019 dan tingkat provinsi pada tahun 2020.
Sekretaris pelaksana adiwiyata MIN 1 Tangerang Dijah Khodijah menerangkan ada banyak hal yang disiapkan untuk memperoleh predikat sekolah adiwiyata. Yang pertama, kata Dijah, pihaknya membuat tata tertib yang bernafaskan cinta lingkungan dan kebersihan.
“Kami mewajibkan kepada untuk membawa tempat makan dan minum dari rumah agar mengurangi sampah di sekolah. Kemudian siswa dilibatkan mulai kelas 3 sampai kelas 6 dalam berbagai kegiatan pemeliharaan lingkungan di sekolah. Ada piket untuk menyiram tanaman, mengecek kebersihan kamar mandi dan mengumpulkan sampah plastik. Untuk kelas 1 dan 2 hanya dibiasakan membuang sampah pada tempatnya,”tutur Dijah, Kamis (22/4).
Dijah menuturkan, Madrasah juga melakukan budidaya tanaman. Mereka melakukan pembibitan secara bertahap sampai proses panen tiba. Hasilnya cukup baik. Sudah terdapat lebih dari 800 tanaman yang tumbuh di sekolah tersebut. Diantaranya tanaman hias, tanaman obat keluarga dan green house.
Rencananya, MIN 1 Tangerang akan menyempurnakan beberapa kekurangan untuk menuju adiwiyata tingkat nasional. Diantaranta dengan menambah tanaman hidroponik.
“Kita akan sempurnakan lagi misalnya belum ada hidroponik, semoga tahun depan sudah ada. Kemudian pembibitan air hujan kita tampung dan digunakan untuk menyiram tanaman,”ujarnya.
MIN 1 Tangerang tidak memiliki lahan yang cukup luas untuk menanam banyak pohon. Lahan di sekolah tersebut hanya 975 meter persegi. Meski mengalami kesulitan namun panitia tak patah arang.
Kepala MIN 1 Tangerang Lukman mengungkapkan usaha mewujudkan sekolah adiwiyata dilakukan secara bersama-sama. Baik para guru dan tenaga pendidik serta murid dan walu muridnya.
“Kalau kita yakin dan melakukannya secara bersama-sama pasti hasilnya akan bagus. Orang tua kita sosialisasikan tentang program adiwiyata untuk perilaku hidup sehat, kita semua harus cinta kebersihan dan lingkungan. Kita tugaskan juga kepada murid untuk menjaga serta memelihara tanaman yang ada disekolah. Mereka juga ikut membantu dalam program ini,”pungkasnya. (mg3/gatot)