SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Jelang masa pelarangan mudik pada 6-17 Mei mendatang, pemudik mulai silih berganti pulang ke kampung halamannya. Hal tersebut terlihat di Terminal Poris Plawad yang banyak didatangi oleh penumpang.
Mereka terpaksa mudik lebih awal terkait pelarangan tersebut. “Lebih dulu ini mudik ke Madura sebelum ada pelarangan ketat kan tanggal 6 tuh biar jaraknya jauh jadi nggak terlalu ketat,” ujar Maman, salah satu pemudik di Terminal Poris Plawad, Rabu (28/4).
Diketahui, pemerintah melarang perjalanan mudik Lebaran selama periode 6-17 Mei 2021 mendatang. Tetapi, sebelum tanggal 6 Mei 2021 tersebut, kegiatan hilir mudik terlihat. Maman menyebut, tidak ada syarat khusus untuk bisa melakukan perjalanan ke kampung halaman sebelum pemberlakuan mudik dilarang.
“Sudah mulai ramai pemudik ini. Untuk sekarang belum ada persyaratan khusus, paling hanya protokol kesehatannya saja,”ungkap Maman.
Sedangkan, Ani yang juga pemudik dengan tujuan Jawa Tengah mengaku tidak ada persyaratan khusus. Hanya saja terjadi kenaikan harga tiket.
“Prosedur khusus tadisih nggak, hanya ingatin protokol aja. Harga sih paling ada kenaikan hampir merata semua kayaknya,” katanya.
Kepala Terminal Poris Plawad, Alwien Athena mengatakan terdapat 300 hingga 400 pemudik yang hendak pulang ke kampung halamannya melalui terminal bertipe A tersebut. Jumlah itu terjadi setiap hari sejak awal Ramadan, Selasa (13/4) lalu.
Menurut dia, jumlah itu tergolong kecil, jika dibandingkan keberangkatan orang pada bulan Ramadan sebelum adanya pandemik Covid-19. Lantaran, sebelum adanya Covid-19, rata-rata orang berangkat mudik dari Kota Tangerang di bulan Ramadan sekitar 1.500 hingga 2.000 orang.
“Kalau sekarang paling cuma 400 pernah awal Ramadan kemarin 800 tapi sekali saja,” kata Alwien.
Alwien mengatakan, jumlah ratusan pemudik yang berangkat dari terminal Poris Plawad didominasi oleh penumpang bus jurusan Madura, Jawa Timur. “Mayoritas ke Madura, busnya di sini berangkat jam 10.00 sampai 11.00, jadi jam segitu sering terlihat ramai, sesudahnya ya sepi,” kata Alwien.
Pantauan di lokasi, terminal bus Poris Plawad terlihat lengang. Tak ada pemeriksaan Covid-19 di terminal tersebut. Terlihat, perusahaan otobus (PO) tetap memberangkatkan armadanya sesuai jadwal meski hanya berisikan enam penumpang. (irfan/gatot)