SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan pembangunan proyek jalan tol Serpong-Balaraja akan menggunakan lahan kantor Kelurahan Cilenggang. Kantor kelurahan tersebut pun bersiap pindah ke tempat baru.
Lurah Cilenggang, Umar Dani menjelaskan, bahwa Kelurahan Cilenggang saat ini memiliki 9.550 Kepala Keluarga (KK) yang mana jumlah tersebut merupakan paling sedikit dibandingkan dengan kelurahan lain di Kota Tangerang Selatan. Selain itu, Umar juga menjelaskan, dari angka tersebut 350 di antaranya terdampak pembangunan jalan Tol Serpong-Balaraja. Sehingga secara berkala sejak beberapa waktu lalu ada sebagian yang sudah dibebaskan.
”Dan sebagian yang sudah dibebaskan itu juga sudah pindah. Ada yang ke Setu, ada yang ke Bogor dan lainnya,” ujar Umar.
Saat ini, Kelurahan Cilenggang memastikan masih ada sekitar 80 KK yang masih menetap di kediamannya. Dan proses pembebasan masih diberlakukan. Dimana targetnya tahun ini lahan ini sudah bisa dimanfaatkan.
Sementara untuk Gedung Pelayanan Kelurahan Cilenggang yang juga terdampak rencananya akan dipindahkan ke lokasi yang berada di perbatasan Kelurahan Cilenggang. Tepatnya di sekitar Lapangan Sunburst, Serpong.
Secara geografis, Kelurahan Cilenggang ini berbatasan dengan empat kelurahan yang berbeda. Di utara berbatasan dengan Kelurahan Lengkong Gudang, Sebelah timur itu Kelurahan Rawabuntu, Di selatan Kelurahan Serpong, dan di barat Desa Sampora, Cisauk.
Baca Juga: Sosialisasikan Tol Serpong-Balaraja dengan Gowes
Kelurahan Cilenggang sendiri memiliki luas 1167 hektar paling kecil dan paling sedikit penduduknya. Karena itu berdasarkan hasil pemekaran tahun 1981 dari desa Serpong. (irm/bnn/gatot)
























