SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Pemerintah Kota Tangerang kembali menggenjot vaksinasi guru demi menyambut pembelajaran tatap muka pada bulan Juli mendatang. Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah menyatakan di bulan Mei 2021, tersedia 36.000 dosis vaksin yang siap digunakan untuk kegiatan vaksinasi tenaga pendidik dan lansia.
“Sekarang kita mulai lagi, sebab kemarin berhenti dahulu karena libur lebaran,” katanya di Puspemkot Tangerang, Senin (17/5).
Dijelaskannya sasaran vaksinasi sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan yakni lansia dan tenaga pendidik.
“Khusus untuk lansia, menjadi keutamaan sebab angka kematian karena Covid-19 sangat tinggi. Maka itu kita mengimbau kepada lansia untuk bisa mengikuti vaksinasi ini,” katanya.
Kepala Bagian Protokol dan Pimpinan Kota Tangerang Buceu Gartina mengatakan sasaran vaksinasi bagi tenaga pendidik adalah bagian dari persiapan kegiatan pembelajaran tatap muka pada bulan Juli 2021.
“Kegiatan vaksinasi Covid-19 usai lebaran akan kembali dilanjutkan dengan sasaran guru dan tenaga pelayanan publik lainnya,” kata Buceu Gartina.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaludin mengatakan jumlah yang sudah divaksin ada 10-12 ribu guru di Kota Tangerang. Saat ini vaksinasi terus berlanjut dan pemerintah ingin segera menyelesaikan vaksinasi guru sebagai salah satu syarat dibukanya pembelajaran tatap muka.
“Kemarin jumlah data 10-12 ribu yang sudah divaksin. Hari selasa kemarin sudah ada vaksin, cuma datanya langsung ke sekolah masing-masing” ujarnya.
Jamaludin memperkirakan 80 persen tenaga pendidik selesai divaksin pada bulan Mei ini. Namun dia mengaku tidak memiliki data resmi jumlah guru yang telah divaksin.
“Data sekarang ada di dinas kesehatan karena langsung ke Puskesmas, jadi saya nggak punya data. Bulan Mei minggu ke 3 dan 4 saya insya Allah punya data dan saya mulai menyebarkan link” ujarnya.
Menurut Jamaludin, kesehatan guru sebagai tenaga pendidikan harus diutamakan sehingga vaksinasi terus digenjot. Salah satu syarat dibukanya pembelajaran tatap muka adalah para tenaga pendidik harus divaksin.
“Syarat PTM sesuai arahan kementerian, pertama harus divaksin guru-gurunya. Yang kedua harus izin orang tua dan pemerintah daerah yang disebut Satgas Covid tingkat Kota,”ujarnya.
Kesiapan sekolah untuk menyelenggarakan tatap muka harus diiringi dengan kesiapan orang tua, setiap orang tua murid berhak menyetujui atau tidaknya anaknya untuk belajar tatap muka. “Kalau dikatakan sekolah sudah siap dan orang tua sudah menyetujui” ujarnya. (mg1/gatot)