SATELITNEWS.COM, LEBAK – Pemerintah mulai mematangkan rencana pembangunan dua flyover di perlintasan sebidang kereta api yang berada di Kabupaten Lebak. Saat ini, pembahasan terkait studi kelayakan atau feasibility study (FS) dan dokumen perencanaan teknis atau detailed engineering design (DED) sudah mulai dilakukan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak, Widy Ferdian mengatakan, dua flyover yang direncanakan dibangun berada di perlintasan sebidang Citeras dan Tanjakan Bang Arum.
“Flyover di perlintasan sebidang Citeras dan Tanjakan Bang Arum target pemerintah akan selesai pembangunannya pada tahun 2028,” kata Widy, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus melakukan komunikasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) terkait rencana pembangunan tersebut. Bahkan, pembahasan teknis mengenai FS dan DED kini mulai dilakukan sebagai bagian dari tahapan perencanaan.
“Jadi ada titik terang ya untuk dua flyover tersebut. Pembahasan tentang FS dan DED sudah dilakukan,” ujarnya.
Menurutnya, Pemkab Lebak mengapresiasi rencana pembangunan dua flyover tersebut karena telah masuk dalam rencana strategis (Renstra) BPJN Kementerian Pekerjaan Umum. Meski demikian, masih ada sejumlah proses yang harus ditempuh sebelum pembangunan fisik dimulai.
“Kita bersyukur ini masuk Renstra mereka, tetapi perlu waktu karena ada proses yang harus ditempuh, termasuk juga appraisal atau proses penaksiran nilai untuk pembebasan lahan yang akan dibutuhkan,” ucapnya
Widy menambahkan, hingga saat ini belum ada arahan mengenai percepatan pembangunan flyover di Kabupaten Lebak pasca terjadinya kecelakaan kereta api di Bekasi Timur beberapa waktu lalu.
“Belum ada ya, terakhir pembahasan itu sekitar pertengahan bulan April. Semoga ini terealisasi agar bisa mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang,” katanya.
Menanggapi rencana tersebut Sarif, warga Rangkasbitung, mendukung rencana pembangunan dua flyover tersebut. Menurutnya, keberadaan flyover sangat dibutuhkan untuk mengurangi kemacetan sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan di perlintasan kereta api.
“Kalau memang jadi dibangun tentu bagus, karena sering macet juga di perlintasan. Selain itu lebih aman untuk pengendara,” ujarnya.
Diketahui, pasca kecelakaan kereta api di Bekasi, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan, pembenahan terhadap perlintasan kereta api yang memiliki risiko tinggi harus segera dilakukan.
Menurut Agus, solusi infrastruktur seperti pembangunan flyover maupun underpass dibutuhkan pada titik-titik perlintasan sebidang yang padat guna meminimalisir risiko kecelakaan.(mulyana)