SATELITNEWS.ID, KRONJO–Hasil penjualan udang menurun di masa pandemi Covid-19, Nelayan di Kampung Pekapura, Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo mengharapkan bantuan pemerintah.
Salah satu nelayan Kampung Pekapuran, RT 02/04, Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Warto (35) mengatakan, pendapatan menjual udang semakin menurun. Hal itu, diduga karena surutnya air dan rendahnya harga jual.
Warto mengaku, sebelum Covid-19 melanda negeri ini, dalam sehari pendapatannya bisa mencapai Rp500 ribu. Namun di masa Covid-19, hanya mendapatkan setengahnya, belum lagi dipotong untuk bahan bakar.
“Pendapatan saya kalau tidak ada covid, biasanya saya dapat uang kisaran Rp500 ribu. Sekarang masa pandemi saya hanya dapat Rp200 ribu. Ditambah harus beli solarnya,” kata Warto kepada Satelit News, Rabu (19/5).
Pria asal Brebes yang menggeluti pekerjaan sebagai nelayan itu mengaku, sudah 12 tahun menggeluti pekerjaannya sebagai nelayan. Dia mengaku, jika cuaca sedang bagus bisa memperoleh udang antara 10 hingga 20 kilogram.
“Jika nasib sedang tak berpihak kepada saya, hanya memperoleh udang sebanyak 5 kilogram. Harga jualnya pun beda. Per kilogram kisaran Rp25 ribu hingga Rp75 ribu,” ujarnya.
Baca Juga: Nelayan Normalisasi Sungai Pakai Cangkul, Aktivis Serang Raya: Pemerintah Kemana ?
Beruntung, untuk memenuhi kehidupan sehari-hari keluarganya, Warto dibantu dengan program bantuan sosial tunai. Dia mengaku hidup bersama satu istri dan kedua anaknya. Katanya, untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya, sang istri berjualan kerupuk di pasar.
“Kalo ada rezeki paling saya dibantu dengan istri saya yang dagang kerupuk di pasar,” ungkapnya.
Dia berharap, pemerintah bisa memberikan bantuan untuk para nelayan, yang sedang mengalami kesulitan di masa pandemi Covid-19 ini.
“Harapan saya kepada pemerintah untuk Kampung Pekapuran, pemerintah lebih melihat lagi nasib para nelayan. Lebih bagus lagi pemerintah harus kontrol para nelayan biar tahu nasib para nelayan itu bagaimana,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Bupati Tangerang Zaki Iskandar usai menginformasikan kepada seluruh pengelola objek wisata untuk menutup objek wisata hingga tanggal 30 Mei, dia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak lepas tangan begitu saja dan sangat peduli serta memperhatikan para pedagang kecil yang terkena dampak dari penutupan objek wisata tersebut. Untuk itu, semua pihak yang terdampak langsung agar segera didata dan selanjutnya diserahkan ke Dinas Sosial untuk mendapatkan bantuan paket sembako dari Pemerintah Kabupaten Tangerang. (alfian/aditya)


















