SATEITNEWS.ID, SERANG–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, melayangkan teguran ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan tol Serang – Panimbang, dan PT Wijaya Karya (Wika), agar segera menyelesaikan relokasi SDN terdampak tol.
Pihaknya berharap, hal itu dapat diselesaikan maksimal tahun ajaran baru ini. Hingga kini diketahui, masih ada dua sekolah yang belum ada progress penyelesaiannya.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dindikbud Kabupaten Serang, Amar Ma’ruf mengatakan, besok (hari ini) pihaknya akan mengecek kembali 4 SDN terdampak tol Serang – Panimbang. Ia-pun mengaku, akan mengkonfrontir PPK dan PT Wika.
“Sebelum lebaran, sudah kami layangkakn surat teguran. Yang isinya, di deadline maksimal tahun ajaran baru harus sudah bisa digunakan (4 SDN terdampak-red). Besok (lusa,red), juga akan kami konfrontir dua-duanya. Karena yang ini (PPK), alasannya Wika. Terus Wika, alasannya PPK,” kata Ma’ruf, Kamis (20/5).
Katanya, masih ada dua sekolah yakni SD Inpres dan Cipete, yang pembebasan lahannya belum selesai. Sementara dua sekolah lainnya, yaitu SDN Cilayangguha dan SDN Seba, sudah ada pemenangnya. “Jadi yang dua, tinggal pembangunan. Laporan dari Kepala Sekolah (Kepsek) dan pak Temi (PPK jalan tol,red), sudah ada kontraktor yang datang. Habis lebaran harus sudah mulai,” tuturnya.
Namun ia juga mengaku kesal, lantaran melihat 4 sekolah tersebut belum juga selesai, meskipun sudah lama. Pihaknya-pun sudah beberapa kali melayangkan surat, agar proses relokasi segera diselesaikan secepatnya, namun terus meleset.
Baca Juga: Sejumlah Sekolah Dasar di Kabupaten Serang Sepi Peminat, Dindikbud Turun Tangan
“Saya sudah bilang, tunggu apalagi. Semuanya sudah oke. Tapi ini juga kayaknya meleset lagi (target relokasi selesai tahun ajaran baru,red). Surat terus-terusan kita layangkan,” imbuhnya.
Ditegaskannya pula, tahun ajaran baru nanti diperkirakan akan dimulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Sehingga, diharapkan pembangunan SDN tersebut sudah selesai. “Bagaimana nanti kalau sudah mulai PTM, terus gedung sekolahnya belum jadi, ini persoalan,” pungkasnya.
Diakuinya, pihaknya terus berkoordinasi secara intens dengan pimpinan (Kadis) dan Bupati – Wabup, serta para pihak terkait lainnya. (sidik/mardiana)
















