SATELITNEWS.ID, SETU—Sebanyak lebih dari 400 pemuka agama dari beberapa Gereja di Kota Tangsel mulai melakukan vaksinasi bertahap, tahap pertama kegiatan vaksinasi yang digelar di salah satu sekolah di Kecamatan Setu. Dimana seluruh pemuka agama dari tujuh kecamatan secara bertahap mulai vaksinasi.
Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel, Iwan Rahayu memantau langsung kegiatan vaksinasi tersebut, dan sangat mengapresiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel yang memberikan fasilitas vaksin dan tenaga medis untuk melakukan vaksinasi kepada pemuka agama. Iwan mengatakan, dalam kegiatan tersebut juga melibatkan serta pihak Gereja Santa Monika Serpong, komunitas Pro Sehat, dan juga Dinkes Kota Tangsel.
“Pemuka agama ini kan masuk ke dalam priritas untuk dilakukan vaksinasi dalam program pemerintah pusat, yang kini diteruskan oleh pemerintah kota, dalam hal ini oleh Dinkes Kota Tangsel. Dan tadi saya meninjau langsung prosesnya,” ujarnya.
Iwan mengatakan dalam proses vaksinasi tersebut jugaberjalan sangat baik, dimana tidak ada kerumunan saat proses vaksinasi, dengan dilakukannya sistem bertahap.
“Kita lihat sendiri tadi, prosesnya berjalan dengan baik sesuai dengan protokol kesehatan, dan tidak ada kerumunan. Karena pihak gereja juga ikut membantu memberikan jadwal kepada Dinkes terhadap seluruh pemuka agama, sesuai dengan jadwalnya. Sehingga tidak ada kerumunan dalam pelaksanaannya,” ujarnya.
Lebih lanjut Iwan mengatakan, vaksinasi terhadap pemuka agama tersebut juga sangat penting. Mengingat pemuka agama yang kerap bersentuhan langsung dengan banyak orang. Sehingga wajar jika masuk sekala prioritas untuk divaksin.
Baca Juga: Temui Pengunjuk Rasa, Pilar Catat Tuntutan Warga
“Pendeta dan Ustadz dan pemuka agama dari agama lainnya ini kan adalah tokoh yang bersentuhan dengan banyak orang, bertemu dengan banyak orang. Jadi kami dari DPRD mendukung agar para pemuka agama ini masuk dalam skala prioritas untuk divaksin, agar mereka para pemuka agama ini dapat terlindungi dalam menjalankan tugas-tugas keagamannya masing-masing,” tuturnya.
Iwan juga mengapresiasi seluruh pihak yang juga telah bergotong royong dalam menyediakan tempat dan juga fasilitas pendukung lainnya dalam pelaksanaan vaksin tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi, karena dalam menaganoi wabah ini tidak bias hanya pemerintah sendiri saja, tetapi kita semua harus bergotong royong agar wabah ini segera berakhir,” tuturnya.
Lebih lanjut Iwan mengatakan, bahwa program vaksinasi selain pemuka agama, para guru juga saat ini masih terus berproses. Sehingga diharapkan sampai Juni nanti semua guru sudah selesai divaksin. “Tidak hanya pemuka agama, seluruh guru di Tangsel ini juga harus divaksin, dan saat ini masih berproses, kita berharap sampai Juni nanti sudah selesai,” ujarnya.
Kepala Dinkes Kota Tangsel, Alin Hendarlin Mahdaniar, mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendataan terhadap penerima vaksin yang masuk ke dalam sekala prioritas. “Pemuka agama, guru, dan beberapa lainnya yang masuk ke dalam prioritas saat ini masih berproises dan akan terus berproses, sampai semua di Tangsel ini sudah divaksin, sesuai dengan arahan pemerintah pusat,” pungkasnya. (dra/bnn/gatot)
























