Kamis, 10 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Skema Belajar Tatap Muka Kota Tangerang, 50 Persen di Kelas, Sisanya Pakai Zoom

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Kamis, 3 Jun 2021 10:18 WIB
Rubrik Edukasi, Headline
Skema Belajar Tatap Muka Kota Tangerang, 50 Persen di Kelas, Sisanya Pakai Zoom

ILUSTRASI. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Menteri Riset, Teknologi, Pendidikan dan Kebudayaan (Menristekdikbud) Nadiem Makarim mendesak agar pembelajaran tatap muka (PTM) segera dilakukan. Pemerintah Kota Tangerang pun berencana mengakhiri pembelajaran jarak jauh serta membuka PTM.

Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang dalam waktu dekat akan melakukan simulasi PTM untuk  jenjang SD dan SMP.  Skemanya kata Jamal, PTM akan dilakukan mengikuti protokol kesehatan yakni 50 persen dari jumlah keseluruhan siswa di sekolah. 50 persen siswa bakal belajar secara daring sementara sisanya PTM.

“Skemanya yang belajar di sekolah 50 persen, yang sisanya daring,” ucap Jamaluddin.

Dia mencontohkan, seorang murid yang mengikuti simulasi PTM pada Senin, akan belajar lagi di sekolah pada Rabu. Jajarannya telah mempersiapkan sejumlah fasilitas menjelang PTM di setiap sekolah.

“Kami sudah menyiapkan segala macam ini. Infrastrukturnya sudah siap, guru-guru sudah divaksin. Insya Allah dalam waktu dekat ini kami akan melakukan simulasi, di bulan Juni (2021) ini,” ungkap dia saat ditemui, Rabu (2/6).

Terkait 50 persen murid yang masih melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ), Disdik tetap menggunakan aplikasi berbasis siaran langsung saat para guru mengajar.

Baca Juga: Setelah Dua Pekan Daring, SMPN 8 Tangsel Bakal Gelar Pembelajaran Tatap Muka

“Insya Allah kami pakai live. Makanya sekolah harus menyiapkan kamera. Jadi, live-nya pakai Zoom,” imbuh Jamaluddin.

Sementara itu, pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di tahun 2021/2022, Dinas Pendidikan Kota Tangerang menyediakan kuota sekitar 10.600 siswa. Sedangkan jumlah siswa SD di Kota Tangerang yang lulus mencapai 33 ribu.

BeritaTerbaru

Universitas Raharja Wajibkan AI dalam Pendidikan, Rektor: Mutlak

Kamis, 10 Sep 2026 15:32 WIB
MELAKUKAN PENCARIAN : Tim gabungan melakukan pencarian rombongan wartawan, yang dikabarkan hilang di Perairan Selat Sunda. (ISTIMEWA)

Hari Ketiga, Pencarian Wartawan Hilang di Banten Diperluas Menjadi Enam Sektor

Kamis, 10 Sep 2026 15:01 WIB
HELIKOPTER : Helikopter HR-3604, diterjunkan untuk melakukan pencarian rombongan wartawan yang hilang di Perairan Selat Sunda. (ISTIMEWA)

Dukung Pencarian Wartawan di Perairan Selat Sunda, Helikopter HR-3604 Dikerahkan

Kamis, 10 Sep 2026 14:30 WIB
Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat

Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat

Rabu, 9 Sep 2026 21:13 WIB

“Lulusan SD (ada) 33.000, yang diterima 10.600-an, kurang lebih 30 persen yang diterima,” tutur dia.

Jamaluddin menambahkan, Kecamatan Tangerang memiliki jumlah SMP Negeri lebih banyak dibandingkan kecamatan lainnya. Sedangkan, Kecamatan Pinang menjadi lokasi yang memiliki jumlah SMP Negeri tersedikit.

‘Ini Kecamatan Tangerang, ada delapan sekolah. Yang kurang itu di Kecamatan Pinang. Cuma ada satu SMP Negeri,” ucapnya.

Dia menambahkan, di Kota Tangerang, ada sekitar 33 SMP Negeri dan 338 SD Negeri yang tersebar di tiap kecamatan. Jika nantinya seorang murid tak diterima di sekolah negeri, kata Jamaluddin, maka dapat memasuki sekolah swasta yang ada di Kota Tangerang.

Baca Juga: Server Tidak Dapat Diakses, PPDB SMP di Kabupaten Serang Diperpanjang

“Iya, (murid yang tak diterima) ke swasta,” katanya.

Jamaluddin sebelumnya menyebut, setidaknya ada tiga zona dalam jalur zonasi PPDB Kota Tangerang tahun ajaran 2021/2022. Zonasi merupakan salah satu jalur PPDB untuk jenjang SD dan SMP di Kota Tangerang.

Sementara lainnya dapat melalui jalur prestasi, afirmasi, dan perpindahan orangtua/wali murid. Jamaluddin menyatakan, tiga zona itu terbagi dalam tiga wilayah di Kota Tangerang, yakni zona 1 di wilayah timur, zona 2 di wilayah tengah, dan zona 3 di wilayah barat.

“Zona 1 di wilayah timur, zona 2 wilayah tengah, zona barat itu zona 3,” ungkap Jamaluddin.

Jamaluddin menuturkan, kecamatan yang termasuk di zona 1 adalah Larangan, Ciledug, Karang Tengah, dan Pinang. Kemudian, Kecamatan Cipondoh, Batuceper, Nenda, Neglasari, dan Tangerang, termasuk dalam zona 2.

“Zona 3 itu ada (Kecamatan) Jatiwung, Periuk, Cibodas, dan Karawaci,” ucapnya.

Dia menyatakan, pembagian tiga zona tersebut sudah dibagi secara adil. Pasalnya, menurut Jamaluddin, tiap sekolah mampu menampung 30 persen dari siswa yang berada di sekitarnya.

“Itu mendekati adil. Di tiap zonanya itu sudah kami atur, rata-rata itu 30 persen daya tampung yang diterima orang-orang situ,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jamaluddin belum mengungkapkan skema penerimaan jalur zonasi. Namun, kata dia, jika rumah seorang murid berada dalam satu RT dengan sekolah, maka dapat dipastikan murid tersebut bakal diterima di sekolah itu.

“Apalagi di sekolah itu, dia (murid) satu RT. Satu RT itu pasti diterima,” katanya.

Sementara itu terkait ketimpangan antara SMP Negeri dan swasta yang terjadi , Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang mendorong Dindik memberikan uang pangkal kepada siswa yang masuk sekolah swasta. Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Saeroji mengatakan, SMP Negeri di Kota Tangerang saat ini hanya dapat menampung sekitar 30 persen lulusan SD. Sisanya, sebanyak 70 persen siswa harus terpaksa masuk ke SMP swasta.

Untuk itu dirinya mendorong agar Disdik Kota Tangerang mengalokasikan anggaran untuk meringankan uang pangkal atau biaya masuk siswa kurang mampu di sekolah swasta. Mengingat, saat ini banyak siswa kurang mampu yang terpaksa bersekolah di swasta.

“Kalau kita tidak bangun sekolahnya ya kita berikan mereka subsidi pembiayaannya walaupun di swasta,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, dalam raperda Pendidikan yang saat ini telah diserahkan kepada Provinsi Banten, telah mengatur mengenai anggran pendidikan yang berkeadilan. Sehingga, penganggaran nantinya masyarakat menengah dan kurang mampu dapat merasakan pendidikan yang  berkualitas.

“Jangan sampai orang yang bersekolah di Negeri orang yang secara ekonomi orang-orang mampu tapi diberikan (sekolah) gratis. Tapi masyarakat yang kurang mampu, menengah ke bawah yang kebanyakan di swasta, harusnya pemerintah prioritas itu supaya mengangkat pendidikan masyarakat kurang mampu,” tegasnya.

Dia juga meminta agar data penerima program Tangerang Ceria (Tangecer) diperbarui. Pasalnya, masih banyak siswa kurang mampu yang tidak menerima manfaat program bantuan pendidikan itu.

“Tangerang ceria itu harusnya lebih tepat sasaran, datanya juga jangan ditutup dengan data BDT (Basis Data Terpadu) dari Kementerian Sosial (Kemensos) saja,” katanya. (mg1/gatot)

Tags: dindik kota tangerangpembelajaran tatap mukappdb smp
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Pemkot Tangerang Selatan Putuskan Tak Perpanjang PJJ
Edukasi

Pemkot Tangerang Selatan Putuskan Tak Perpanjang PJJ

Rabu, 9 Sep 2026 20:53 WIB
MENYAMPAIKAN KETERANGAN : Kapolda Banten Irjenpol Hengki menyampaikan keterangan kepada wartawan. (ISTIMEWA)
Banten Region

Belum Ditemukan, 250 Personel Dikerahkan untuk Mencari Wartawan Hilang

Rabu, 9 Sep 2026 15:31 WIB
MENDATANGI POS SAR : Kapolda Banten Irjenpol Hengki, mendatangi pos SAR untuk mengetahui perkembangan pencarian lima wartawan yang dikabarkan hilang. (ISTIMEWA)
Banten Region

Polda Banten Siapkan Pos Antemortem Dalam Pencarian Wartawan Hilang Kontak

Rabu, 9 Sep 2026 15:25 WIB
MELAKUKAN PENCARIAN : Tim gabungan, melakukan pencarian terhadap delapan orang, yang diduga hilang di perairan Selat Sunda. (ISTIMEWA)
Banten Region

Tim Gabungan Perluas Area Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang Kontak

Rabu, 9 Sep 2026 11:14 WIB
MEMIMPIN RAKOR : Gubernur Banten Andra Soni (kanan), memimpin rakor pemantauan aktivitas GAK. (ISTIMEWA)
Banten Region

Kasus ISPA Capai 4.500, Pemprov Banten Perpanjang PJJ

Rabu, 9 Sep 2026 10:00 WIB
YSH Bantah Isu Perpindahan Siswa Dampak Konflik dengan UIN Jakarta
Edukasi

YSH Bantah Isu Perpindahan Siswa Dampak Konflik dengan UIN Jakarta

Selasa, 8 Sep 2026 20:53 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Bantu Wilayah Terdampak Kekeringan, PMI Banten Salurkan 840 Ribu Liter Air Bersih

Bantu Wilayah Terdampak Kekeringan, PMI Banten Salurkan 840 Ribu Liter Air Bersih

Minggu, 6 Sep 2026 16:13 WIB
Pura-Pura Tes Motor dan Dibawa Kabur, Seorang Pria di Solear Ditangkap Warga

Pura-Pura Tes Motor dan Dibawa Kabur, Seorang Pria di Solear Ditangkap Warga

Selasa, 8 Sep 2026 20:47 WIB
Petugas Puskesmas Labuan Pandeglang Bagikan Masker

Petugas Puskesmas Labuan Pandeglang Bagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 20:04 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Senin 7 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Kota Tangerang Senin 7 September, Cek Lokasinya

Senin, 7 Sep 2026 08:00 WIB
BELAJAR DARI RUMAH -- Seorang pelajar di Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, melakukan belajar dari rumah didampingi orang tuanya, usai Pemkab Lebak memberlakukan PJJ yang kembali di perpanjangan sampai 11 September 2026, Rabu (9/9/2026). (MULYANA/SATELITNEWS.COM)

Dampak Erupsi GAK Masih Terasa, Pemkab Lebak Perpanjang Kebijakan PJJ

Rabu, 9 Sep 2026 19:17 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.