SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG–Sejak awal hingga Juni ini, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lebak mencatat adanya peningkatan yang cukup signifikan perekaman KTP eletronik (KTP el). Selain faktor jemput bola oleh petugas, diduga peningkatannya karena bertepatan dengan kelulusan sekolah.
Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Lebak Ahmad Najiyullah mengatakan, sejak awal hingga pertengahan bulan Juni 2021, tercatat sudah sebanyak 2.600 orang melakukan perekaman. “Terjadi peningkatan perekaman setelah lebaran. Biasanya per hari hanya puluhan dan paling banyak 100 orang, sekarang bisa 200 sampai 300 orang melakukan perekaman,” kata Najiyullah, Rabu (16/06).
Naji sapaan akrabnya menjelaskan, ada beberapa faktor mengapa angka perekaman KTP el mengalami peningkatan. Selain jemput bola yang dilakukan Disdukcapil, meningkatnya perekaman juga dikarenakan kebutuhan lulusan SMA yang berniat mencari pekerjaan. Termasuk menjelang pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di 266 desa yang yang tersebar di 28 kecamatan.
“Salah satu syarat pemilih harus mempunyai dokumen kependudukan (KTP), namun faktor itu dirasa sedikit tapi kebutuhan mencari kerja lebih banyak. Sebab, di bulan Juni tahun lalu pun angkanya meningkat signifikan mencapai 7.700 perekaman,” terang Naji. “Berdasarkan data pembersihan bulan Desember tahun 2020, warga Lebak yang sudah wajib memiliki KTP el sebanyak 997.378 jiwa dari jumlah penduduk 1.348.240 jiwa,” sambungnya.
Adanya peningkatan pada perekaman KTP el salah satu faktornya mencari kerja rupanya dibenarkan Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lebak. Sebab, kantor yang berada di Jalan Siliwangi Rangkasbitung, sejak pagi hari terpantau ramai diserbu oleh para pemohon kartu pencari kerja. “Ya memang sejak bulan Mei tingkat pemohon kartu kuning tengah meningkat, sehubungan dengan gelombang kelulusan para siswi SMA dan SMK,” kata Kepala Disnakertrans Lebak Tajudin Yamin.
Tajudin mengungkapkan, sejak bulan Januari, hingga awal bulan Juni 2021 ini telah ada 6.700 pencaker yang mendapatkan kartu kuning. Dan dari ribuan pencaker itu, sudah ada 430 pencaker yang telah mendapatkan pekerjaaan. “Pemohon kartu kuning ini sendiri didominasi oleh para lulusan SMK, yang jika ditotal rata-rata terdapat 80 pemohon kartu kuning setiap harinya,” ungkapnya.
Baca Juga: Empat Bulan, 12.536 Warga Lebak Pindah Kependudukan
Untuk mencegah adanya kerumunan dan protokol kesehatan Covid-19, Tajudin memgaki tetap terjaga. Maka pihaknya kini terus mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai layanan pembuatan kartu kuning yang dapat diakses secara daring. “Pemohon bisa mengakses layanan kartu kuning secara online dengan hanya mengisi formulir di website Kementrian Tenaga Kerja langsung. Jadi tidak masyarakat yang rumahnya jauh, tidak perlu mendatangi kantor Disnakertrans Lebak,” katanya.(mulyana/made)
























