SATELITNEWS.ID,SERANG–Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang, masih kesulitan merealisasikan program penanaman kedelai seluas 500 hektar. Karena, terkendala masalah benih yang masih didatangkan dari luar daerah.
Kepala Distan Kabupaten Serang, Zaldi Duhana mengatakan, Kabupaten Serang sampai saat ini belum memiliki penakaran benih kedelai. Benih kedelai biasanya masih diambil dari luar wilayah, seperti Pandeglang, hingga luar provinsi seperti di Cianjur (Jawa Barat) dan Gerobogan (Jawa Timur).
Sementara, masing-masing provinsi rebutan benih kedelai. Sehingga, benih untuk petani Kabupaten Serang belum kebagian. “Sekarang masing – masing provinsi rebutan benih, jadi habis benihnya. Belum bisa dilaksanakan (penanaman), karena masalah benih,” kata Zaldi, Jumat (25/6).
Menurutnya, kebutuhan kedelai di Kabupaten Serang per kapita per tahun mencapai 1,2 kilogram. Dikali 1,5 juta jumlah penduduk, maka didapatkan sekitar 1.500 ton per tahun.
“Nggak besar, cuma karena petani kita belum terbiasa tanam kedelai, jadi untuk swasembada kedelai masih tertinggal,” tuturnya.
Adapun soal harga, tambahnya, harga jual kedelai di pasaran masih diangka Rp 4.500 sampai Rp 6.000 per kilogram. Namun demikian, petani belum memproduksi kedelai. Sehingga, dengan harga tersebut hampir tidak ada dampak yang dirasakan petani.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus, 14 Letusan Tercatat Sejak 4 September
“Itu harga jual. Kalau petani kita belum produksi, jadi dampak nggak terasa, karena kedelai ini didatangkan dari luar. Kalau petani, idealnya yang bisa Break Even Point’ (BEP) diharga Rp 7.000 – Rp 8.000 ribu per kilogram, itu kalau jual langsung,” imbuhnya. (sidik/mardiana)
























