SATELITNEWS.ID,SERANG–Sekitar 849 kursi, yang tersebar di 40 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan swasta di Kabupaten Serang, masih kosong atau kurang peminat.
Hal itu terjadi, salah satunya lantaran ada beberapa wilayah yang jumlah penduduknya renggang. Sementara, keberadaan sekolahnya cukup banyak. Sehingga jumlah siswa yang lulus, lebih sedikit dibanding dengan daya tampung di sekolah tersebut.
Koordinator Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, Yayan Karyana mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan rekap laporan dan verifikasi berkas PPDB.
Verifikasi tersebut meliputi, sinkronisasi data dan jarak zonasi, agar tidak ada penyimpangan. “Karena jarak bisa jadi berbeda, antara orang tua dengan panitia sekolah. Makanya, perlu diverifikasi dan disepakati. Alat ukurnya google map. Sudah setuju, baru disepakati sebagai jarak domisili dari sekolah,” kata Yayan, Senin (28/6).
Namun kata dia, berdasarkan hasil rekap masih ada sekolah yang sepi peminat, atau masih banyak kursi kosong. “Tadi malam, saya rekap baru 40 sekolah diseluruh Kabupaten Serang. Sudah ada 849 kursi yang masih kosong, negeri dan swasta,” tambahnya.
Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kursi kosong tersebut seperti di Cikande, tingkat kepadatan penduduk tinggi. Sehingga daya tampung disediakan hanya ada tiga (jalur), jadi tergolong padat.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus, 14 Letusan Tercatat Sejak 4 September
Sedangkan untuk Mancak, Tunjung Teja dan Pulo Ampel, relatif renggang. “Sedangkan di sana, SMP dan MTs. Sehingga, misal yang lulus di kecamatan ada 30, daya tampung 100, bagi-baginya sedikit. Nanti ada (PPDB) kedua, yang nggak diterima di negeri nanti orang tua bisa memilih mana yang masih kosong. Tapi yang kedua, nanti luring saja,” tuturnya.
Terkait jumlah sekolah SMP di Kabupaten Serang, ia mengatakan, semuanya ada sebanyak 205 SMP, terdiri dari 92 SMP negeri dan swasta sebanyak 113 sekolah.
“Kita berharap, 100 persen yang lulus di SD bisa terserap semua di SMP. Tidak ada lagi anak yang tidak sekolah. Kita juga nanti akan lacak, anak-anak yang tidak diterima kemana,” imbuhnya. (sidik/mardiana)
























