SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Usianya masih belia, maklmum dia baru saja lulus dari sebuah sekolah swasta. Tapi soal prestasi, Lalitadewi Prabhajayanti tidak bisa dianggap enteng. Sejak umur 13 tahun hingga kini 18, ada 11 prestasi yang telah ditorehkan. Mulai dari the best model icon hunt, juara II basket tingkat Kabupaten Tangerang, juara utama model look Jawa Barat, juara II cahaya got tallent hingga juara harapan 1 debat pangan nasional tingkat SMA/SMK yang diselenggarakan oleh salah satu universitas ternama di Lippo Village Kabupaten Tangerang.
Selain itu, ia juga sudah memiliki pengalaman dalam berbagai bidang entertainment seperti akting, menari sampai modelling. Terakhir warga Cipadu Jaya Kecamatan Larangan, Kota Tangerang ini meraih gelar sebagai wakil II Kang Nong Kota Tangerang. “Untuk prestasi yang telah diraih di dalam akting, beberapa kali menjadi bintang iklan mulai dari iklan Aikatsu Filler Game dari GlobalTV, iklan Chupachups, Traveloka, BKKBN, dan juga iklan Pocari Sweat,” ujarnya. Kemudian akting di layar kaca, gadis yang jago main drum ini juga menjadi bintang di serial Raden Kian Santang di MNC TV.
“Pernah juga menjadi juara Jabar Model Look 2018, dan Puteri Bahari Karawang 2020. Tentunya menjadi Wakil II Kang Nong Kota Tangerang 2021 suatu kehormatan besar,” sambungnya. Sebagai Nong Kota Tangerang tugasnya tak jauh berbeda saat menjadi Puteri Bahari Karawang yakni mempromosikan pariwisata. Ajang tersebut diikutinya sebelum tinggal di Kota Tangerang. “Tugasnya sama-sama mempromosikan wisata dan potensi daerah ke masyarakat,” ujarnya.
Mengingat dampak media sosial yang besar dan juga kondisi pandemi Covid-19, Lalita memaksimalkan promosi wisata Kota Tangerang melalui edukasi secara daring. “Mengenalkan tempat wisata, makanan khas, sampai mengenalkan kendaraan umum unik yang ada di Kota Tangerang di medsos,” ujarnya.
Dalam unjuk bakat Kang Nong Kota Tangerang 2021 Lalita menunjukan bakat dalam modeling, akting, dan juga menari. Ketiganya digabungkan dalam kreasi tarian berciri khas Tangerang. “Jadi, dalam waktu 5 menit yang disediakan, aku mulai dari modeling dilanjutkan dengan menari yang diselipi akting. Aku sebut tarian ini sebagai ‘Kembang Benteng’,” ujar dia.
Kembang Benteng merupakan tarian kreasi Betawi Tionghoa karya Ikhwan Maulfi. Benteng identik dengan pertahanan dan juga Kota Tangerang sebagai Kota Benteng. Tarian menceritakan seorang kembang desa yang tengah diusik oleh para lelaki. Tak hanya diam, kembang desa justru melakukan penolakan dan bela diri terhadap para lelaki tersebut. “Makanya dalam tarian Kembang Benteng, diselipi beberapa gaya silat Betawi,” katanya. Lalita mengatakan, tari kreasi dapat dijadikan media memperkenalkan budaya dan kearifan lokal Kota Tangerang kepada masyarakat. “Kita tahu penduduk Kota Tangerang heterogen mulai dari orang Tionghoa, betawi, sunda dan lainnya ini menjadi daya jual yang menarik memperkenalkan Kota Tangerang,”ujarnya.
Baca Juga: Pemprov Banten Ultimatum Tempat Wisata Tak Berizin
Saat syuting Kembalinya Raden Kian Santang, Lalita mendapat peran sebagai Putri Astri, kakaknya Raksa Jagat yang merupakan guru Raden Kian Santang saat itu. Hal yang menarik, ada adegan berkelahi. “Jadi, aku belajar banyak banget tentang cara berkelahi di dalam layar, Beruntung, aku sempat belajar bela diri Aikido sehingga tidak susah mengikuti arahan sutradara terkait gaya berkelahi yang diinginkannya,” katanya.
Terkait akting, persiapan yang biasa akan lakukan itu enggak jauh-jauh dari membaca naskah yang berkaitan dengan alur cerita karakter dan menempatkan diri di posisi karakter yang diperankan. “Enggak hanya itu saja, biasanya aku olah vocal juga agar pas shooting, pelafalan enggak jelek dan tidak terbata-bata,” ujar dia.
Lalita memberikan tips bagi yang ingin menekuni akting dan modeling. Pertama dapat memanfaatkan youtube untuk mengetahui akting. “Belajarnya aku saranin di cermin. Lihat ekspresi sendiri apakah sudah memuaskan akting atau cara jalannya. Lalu, belajar tanpa kaca. “Bisa di rekam melalui kamera HP untuk lihat hasilnya,” ujarnya. Selain itu dapat menimba ilmu di sekolah-sekolah atau instansi yang mengajari para murid berakting atau modeling. “Kebetulan aku juga punya sekolah modeling, modern dance, dan tari tradisional, Lalita Art & Modeling,” tukasnya. (made)
























