SATELITNEWS.ID, LEBAK—Satgas penangan Covid-19 Kabupaten Lebak menyiapkan sebanyak 650 paket berupa obat-obatan untuk membantu pemulihan terhadap masyarakat yang sedang menjalani isolasi baik yang ada di rumah sakit maupun isolasi mandiri. Bantuan tersebut diharapkan bisa memulihkan kondisi para pasien.
Di Kabupaten Lebak, lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 dinilai masih tinggi walaupun saat ini berada di zona oranye. Tercatat per tanggal 21 Juli 2021, ada 1.242 warga Lebak yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri (isoman). Melihat kondisi tersebut, Kodim 0603 Lebak bersama Polres Lebak dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat pun kini tengah menyiapkan 650 paket obat-obatan yang akan didistribusikan kepada para pasien positif Covid-19.
“Memang ini ada tugas dari Menteri Kesehatan terkait dengan bantuan obat, yang ditugasi itu TNI. Tetapi kita juga dibantu oleh Polri dan Dinkes,” kata Dandim 0603 Lebak, Letkol Inf Nur Wahyudi, kemarin. Dari target 650 paket obat untuk Kabupaten Lebak, Menurut Dandim, saat ini baru sekitar 200 paket yang sudah didistribusikan kepada pasien Covid-19 yang sedang isoman.
“Saat ini kita baru dapat 200 paket obat yang seharusnya jatah Lebak adalah 650 paket. Baru 200 paket yang dikirimkan dari Korem ke Lebak. Yang sudah didistribusikan adalah 100 paket 2 dan 100 paket 3,” ujarnya.
Dijelaskannya, untuk obat paket dua diberikan kepada pasien yang isoman gejala sedang dan obat paket tiga untuk pasien Isoman gejala berat. Namun pihaknya tidak bisa yang mengetahui diagnosa sakit perlu paket dua atau tiga itu, nansti dari bidan atau dari dokter dari Puskesmas.
“Yang paket 2 sebanyak 100 paket dan paket 3 sebanyak 100 paket sudah habis kita distribusikan. Hari ini kita akan mengambil ke Korem, kita belum tahu berapa paket yang akan didistribusikan,” terangnya.
Baca Juga: Koramil Cikeusik Dampingi Penyaluran Bantuan Pangan untuk 8.554 KPM
Target sasaran untuk mendapatkan bantuan paket obat itu sendiri, kata Dandim adalah pasien isoman warga pra sejahtera yang statusnya bukan pegawai negeri sipil (PNS), TNI atau Polri. “Yang diutamakan masyarakat pra sejahtera pasien yang melakukan Isoman. Pendistribusiannya melalui 3 pilar yaitu Babinsa, Babinkamtibmas sama bidan atau dokter di puskesmas,” ungkapnya.(mulyana/made)
























